__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Tuesday, August 31, 2010

Sindikasi Jurnalis Palestina Lawan Propaganda Israel di Wikipedia


Sindikasi Jurnalis Palestina akan membentuk tim editor untuk menghadapi "pasukan editor" Zionis Israel yang secara khusus ditugaskan untuk menyunting materi-materi di situs ensiklopedi bebas, Wikipedia.

Seperti diberitakan, pekan ini dua organisasi Israel menggelar pelatihan penyuntingan dimana para pesertanya dilatih untuk menulis dan menyunting materi-materi yang ada di Wikipedia, terutama materi tulisan yang isinya membuat citra Israel menjadi buruk. Misalnya artikel-artikel tentang pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, isu Yerusalem dan kebijakan Israel di Gaza.

Organisasi di Israel yang menggelar pelatihan penyuntingan Wikipedia itu mengatakan, proyek itu dilakukan untuk menyeimbangkan materi-materi tentang konflik Israel-Palestina yang diunggah ke situs Wikipedia, yang menurut mereka didominasi oleh para aktivis Palestina.

Untuk melawan sepak terjang para "editor Zionis" di Wikipedia itu, Ketua Sindikasi Jurnalis Palestina, Abdul Nasser An-Najar menyatakan bahwa ia akan membentuk tim editor yang juga akan menyunting materi-materi seputar konflik Israel-Palestina yang isinya berpotensi menyesatkan.

An-Najar menegaskan, selama ini wartawan-wartawan Palestina berada di garis depan dalam melawan pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan rezim Zionis Israel "Perang Israel-Palestina akan menjadi perang media," tukas An-Najar.

Ia berharap Otoritas Palestina memberikan dukungan terhadap gerakan "tim editor" yang digagasnya. (ln/Ma'an)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Perusahaan AS yang Larang Pekerja Muslim Shalat Akhirnya Digugat

Demo pekerja muslim di pabrik JBS Swift tahun 2008Demo pekerja muslim di pabrik JBS Swift tahun 2008

Pekerja Muslim Somalia di sebuah pabrik pengemasan daging di Grand Island Colorado AS, dilarang untuk melaksanakan shalat dan mengalami pelecehan keagamaan bahkan mereka juga diminta untuk berhenti melaksanakan ibadah shalat, menurut gugatan yang diajukan Senin kemarin (30/8) oleh komisi kesetaraan kesempatan pekerja federal.

Gugatan hukum tersebur diajukan atas nama lebih dari 80 Muslim Somalia yang mengatakan bahwa perusahaan JBS Swift & Co telah gagal mengakomodasi kebebasan menjalankan ajaran agama serta telah melanggar hak-hak sipil para pekerja, setidaknya sejak Desember 2007.

Mandor dan pekerja non-Somalia lainnya juga mengganggu para pekerja muslim, mengganggu mereka selagi sedang shalat, menolak untuk membiarkan mereka shalat, melemparkan daging ke arah mereka, yang disebut nama mereka," antara lain isi gugatan hukum tersebut.

Ketegangan terkait waktu shalat di pabrik Grand Island telah muncul sejak tahun 2007. Saat warga Afrika Timur mulai mengisi pabrik setelah serangan tahun 2006 dalam upaya pembersihan pekerja ilegal Hispanik dari pabrik.

Situasi memanas pada bulan September 2008, selama bulan Ramadhan, saat ratusan pekerja muslim bekerja harus bekerja di luar jam pekerjaan mereka dan kemudian melakukan protes, mereka mengatakan ingin diizinkan shalat magrib dan adanya pengurangan waktu kerja selama bulan Ramadhan.

Aksi tersebut berbuntut pemogokan kerja para pekerja Muslim. Dan pihak perusahaan akhirnya memecat sedikitnya 86 pekerja muslim. Perusaahn JBS Swift membantah pemecatan tersebut atas dasar agama.

Puluhan pekerja Muslim Somalia akhirnya mengajukan keluhan mereka kepada komisi kesetaraan kesempatan pekerja federal setelah sengketa terjadi.(fq/breitbart)


source : eramuslim



Shared via AddThis

Komunitas Muslim AS Luncurkan Iklan Dukung Masjid Ground Zero

Kelompok pendukung pembangunan masjid di Ground Zero membuat sebuah iklan layanan masyarakat yang diunggah ke dunia maya untuk melawan kampanye anti-masjid Ground Zero yang makin meluas.

Iklan yang mulai diluncurkan pada Senin (30/8), menggambarkan komunitas Muslim di AS dari berbagai lapisan masyarakat yang menegaskan bahwa mereka adalah bagian dari negara AS. "Saya tidak berniat mengambilalih negara ini. Saya tidak mendukung terorisme," demikian kalimat yang diucapkan oleh muslim mulai dari orang dewas sampai anak-anak, yang tampil di iklan tersebut. Mereka berasal dari berbagai etnis dan mewakil berbagai profesi.

"My Faith My Voice" yang membuat iklan layanan masyarakat itu menyebut organisasi itu sebagai wadah warga muslim AS dari kalangan akar rumput. "Kami tidak berafiliasi dengan organisasi atau kelompok manapun," tukas mereka.

Organisasi itu tidak menayangkan iklan tersebut ke televisi karena tidak punya dana yang cukup. Mereka menyatakan akan melakukan penggalangan dana agar bisa memasang iklan itu di televisi. Hassan Ahmad, salah satu anggota "My Faith My Voice" dalam keterangan pers hari Senin kemarin mengatakan, sebagian dana pembuatan iklan online itu adalah uang pribadinya dan sebagian lagi dari donasi.


Ini videonya gan :

http://www.youtube.com/watch?v=DImb7jvSbaw (ln/cnn)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Dituduh Miliki Hubungan Dengan Hamas, Da'i di Kepolisian Illionis Dicopot

Imam Kifah MustaphaImam Kifah Mustapha

Sebuah kelompok advokasi Muslim mengajukan gugatan diskriminasi federal Senin kemarin (30/8) atas keputusan Kepolisian Negara Illinois karena telah mencabut pengangkatan da'i muslim pertama di badan tersebut.

Kifah Mustapha, seorang imam di wilayah Chicago, menjadi da'i muslim pada bulan Desember lalu bersama dengan pendakwah dari agama lain. Ia menjalani pelatihan, melewati pemeriksaan latar belakang dan identifikasi yang dikeluarkan negara.

Tetapi tak lama setelah itu, penunjukan dirinya sebagai da'i muslim dilembaga kepolisian Illionis dikritik oleh lembaga think thank Investigative Project on Terrorismyang berbasis di Washington, yang menyebut Mustapha adalah pengumpul dana bagi kelompok "radikal" dan ia diduga memiliki hubungan dengan kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Mustapha sendiri belum pernah mendapat dakwaan hukum dan belum pernah melakukan tindakan kejahatan dan ia membantah pernah melakukan kesalahan.

Menurut gugatan hukum yang diajukan atas namanya oleh Dewan hubungan Islam Amerika (CAIR) cabang Chicago, Mustapha diberitahu oleh kepolisian negara Illinois bahwa ia hanya melewati pemeriksaan latar belakang awal yang seharusnya sudah dilakukan sebelum pelatihan. Mustapha diminta untuk menyerahkan dokumen untuk pemeriksaan lain.

Pada bulan Juni, departemen kepolisian mencabut penunjukannya, mengutip bahwa informasi tentangnya hanya terungkap selama pemeriksaan latar belakang.

Menurut gugatan itu, Mustapha diberitahu oleh seorang pegawai polisi bahwa artikel oleh lembaga think tank yang berbasis di Washington telah meminta adanya investigasi pemeriksaan latar belakang kedua terhadap Mustapha. Mustapha sendiri adalah seorang Muslim Libanon keturunan Palestina.

"Imam Kifah adalah warga negara terhormat yang telah melayani negara ini dan masyarakatnya sepanjang waktu," kata Christina Abraham, direktur CAIRbagian hak sipil di Chicago. "Sudah waktunya untuk mengakhiri ketakutan dan retorika anti-Muslim yang telah melanda bangsa kita."

Pada bulan Desember, masyarakat dan kelompok agama menyambut penunjukan Mustapha sebagai pendakwah bagi anggota polisi yang muslim dengan keanekaragaman yang tumbuh di antara badan kepolisian yang memiliki hampir 2.000 petugas.

Sejak tahun 2002, Mustapha telah menjadi imam dan direktur di Yayasan Masjid di Bridgeview, salah satu masjid tertua dan terbesar di wilayah Chicago. Dia juga menjabat sebagai pendakwa yang ditunjuk oleh Federal Emergency Management Agency, karena membantu korban Badai Katrina.

Lembaga Investigative Project on Terrorism mendakwa Mustapha terkait dengan kelompok perlawanan Palestina dari Ikhwanul Muslimin, di mana para pendukungnya bercita-cita membentuk pemerintahan Islam di Timur Tengah.

Mustapha juga dituduh menyalurkan dana dari Holy Land Foundation, sebuah badan amal Islam yang saat ini sudah ditutup karena dituduh menyalurkan uang kepada kelompok pejuang Palestina Hamas.

Dalam gugatannya, Mustapha mengatakan dia tidak pernah mendengar komite perlawanan Palestina, tidak berhubungan dengan Hamas dan bekerja atau melakukan penggalangan dana yang dilakukannya untuk Muslim adalah membantu mereka yang kurang beruntung.(fq/abc)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Monday, August 30, 2010

Polisi Inggris Kembali Bentrok Dengan Kelompok Sayap Kanan Anti-Islam

Tiga Belas orang ditangkap di kota Bradford Inggris sewaktu kelompok sayap kanan, kelompok anti-Islam bentrok dengan demonstran anti-fasis.

Anggota Liga Pertahanan Inggris (English Defence League/EDL) melemparkan botol, batu dan bom asap saat polisi berusaha untuk menjaga dari dua sisi terpisah.

Kehadiran polisi yang banyak dilokasi demo, untuk mengantisipasi terjadinya pengulangan kerusuhan rasial tahun 2001 di Bradford.

Pemerintah sebenarnya telah melarang EDL dari melakukan pawai melalui kota utara di tengah adanya kekhawatiran kerusuhan. EDL mengadakan demonstrasi "statis" di sebuah daerah kecil di pusat kota Yorkshire, rumah bagi salah satu komunitas terbesar Inggris keturunan Pakistan, terhadap apa yang mereka klaim perluasan Islam radikal di Inggris.

Polisi mengatakan lebih kurang 1000 orang muncul di setiap sisi.

Meskipun sudah dijaga polisi, dua kelompok saling melemparkan botol, kaleng, batu dan bom asap atas barikade yang polisi buat.

Kelompok demonstran dari EDL berteriak "give us our country back" dan membawa poster yang bertuliskan "no more mosques" dan "no to sharia (law)", namun para pengunjuk rasa EDL didesak mundur oleh polisi.

"Kami melawan Islam radikal, bukan kepada muslim yang lain," kata kepala keamanan EDL Leon McCreery. "Tapi sebagai Muslim yang normal yang harus diakukan adalah berdiri dan membela diri... Kami mungkin memiliki beberapa idiot, alasan yang sama bahwa kaum muslimin mungkin memiliki beberapa idiot juga."

Di sisi lain, Wahida Shaffi, dari organisasi Wanita Bradford untuk Perdamaian, berkata: "Kehadiran EDL di Bradford hanya menegaskan sifat ekstrimis dari EDL.

"Bukan hanya mereka melakukan kekerasan tetapi pesan ekstrim mereka telah datang dengan jelas."

Demonstrasi ini diawasi ketat di tengah kekhawatiran terjadinya pengulangan kerusuhan tahun 2001, ketika sebuah pawai yang direncanakan oleh kelompok sayap kanan berubah menjadi kerusuhan oleh pemuda setempat. Lebih dari 300 petugas polisi terluka dan 200 orang dipenjara selama kerusuhan pada waktu itu. (fq/theaustralian)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails