__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Wednesday, September 29, 2010

Serangan Pesawat Tanpa Awak AS di Pakistan Capai Rekor Tertinggi

CIA secara signifikan telah meningkatkan pemboman mereka di Pakistan dalam beberapa minggu terakhir, mereka melakukan sedikitnya 20 serangan yang tidak mendapat sanksi PBB pada bulan September ini.

Pejabat Amerika mengatakan pada hari Rabu (29/9) bahwa 20 serangan udara adalah angka tertinggi dalam sebulan sejauh ini.

Laporan mengatakan bahwa serangan pesawat tak berawak/drone mencerminkan frustrasi Washington dengan kegagalan Islamabad untuk menghapus dan memberangus para pejuang Taliban di wilayah kesukuan negara itu.

Pada hari Selasa kemarin, dua serangan-serangan lintas-perbatasan disetujui oleh pasukan AS di Pakistan, dan menewaskan sedikitnya sembilan orang dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Semua korban serangan adalah warga sipil.

Serangan pesawat tak berawak, yang diprakarsai oleh mantan presiden AS George W. Bush dan terus dilanjutkan di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, telah meningkat secara drastis dalam beberapa pekan terakhir pada saat banjir juga telah mengambil korban warga sipil pada negara Asia Selatan tersebut.

Perkembangan pada hari Selasa kemarin datang satu hari setelah dua helikopter yang dioperasikan oleh pasukan AS di Afghanistan menyeberang ke wilayah suku Pakistan yang bergejolak, yang menewaskan sedikitnya 50 orang.

Dalam insiden yang sama, pasukan AS menewaskan lebih dari 30 orang pada hari Jumat pekan lalu.

Islamabad telah bereaksi dengan marah terhadap serangan udara AS, dan menyebut serangan tersebut telah melanggar kedaulatan negara mereka.(fq/prtv)


Source : eramuslim

Tentara AS: Saddam Hussein Tersenyum Sebelum Dihukum Mati

Sebuah surat kabar Yordania melaporkan bahwa seorang tentara Amerika membenarkan bahwa mantan presiden Saddam Hussein terlihat tersenyum sebelum pelaksanaan hukuman mati terhadapnya dilakukan.

Surat kabar Iris Yordan telah mendapatkan sejumlah pesan media AS yang dikirimkan oleh seorang tentara AS kepada istrinya yang menggambarkan saat-saat terakhir dalam kehidupan mantan Presiden Irak Saddam Hussein.

Tentara AS tersebut menggambarkan pada saat akan dilakukan pelaksanaan eksekusi mati terhadap Presiden Saddam Hussein, tentara Amerika itu melihat Saddam lebih dekat dengan keajaiban dan tersenyum dalam menghadapi kematiannya.

Surat kabar itu menambahkan, mengutip perkataan tentara Amerika tersebut yang mengatakan: "Saddam tersenyum setelah pengucapan kesaksiannya sebelum eksekusi, terus tersenyum sampai dia meninggal, hal ini menunjukkan bahwa Saddam seperti sedang melihat sesuatu yang membuat hatinya senang dan karena itu mengulang pengucapan kalimat syahadatnya lebih dari sekali sampai dia meninggal."

Sebagian dari apa yang dinyatakan dalam surat itu, menurut surat kabar Yordania adalah: "Saddam terlihat tegar, sementara para eksekutornya terlihat takut, beberapa dari mereka gemetar ketakutan dan yang lainnya untuk menutupi ketakutan menutup wajahnya dengan penutup wajah menyembunyikan kepanikan mereka. Saya hampir keluar dari ruang eksekusi, ketika saya melihat Saddam tersenyum setelah dia mengatakan simbol kaum muslimin (Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah/tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah) .. Saya berkata pada diriku sendiri, tampaknya tempat ini penuh dengan bahan peledak yang terkunci dalam eksekusi. Ini adalah kesimpulan yang normal. Hal ini tidak terbayangkan bahwa seseorang tertawa beberapa detik sebelum eksekusi terhadapnya dilakukan."

"Saya yakinkan Anda bahwa dia (Saddam) tersenyum seperti ia melihat sesuatu yang tiba-tiba muncul di depan matanya .. kemudian ia mengulangi simbol kekuatan umat Islam dan sejenisnya mungkin kejadian ini mempunyai pesan moral yang kuat .. Percayalah, aku telah melihat sesuatu!" tegas tentara AS tersebut.(fq/imo)


Source : eramuslim

33 Tokoh Dunia Islam Akan Hadiri Konferensi Internasional WAMY ke-11 di Jakarta

Sejumlah tokoh penting akan menghadiri Konferensi Internasional World Assembly of Muslim Youth (WAMY) yang akan digelar pada 2-4 Oktober 2010 di Jakarta. Acara pembukaan akan bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) dan menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Boleh jadi, inilah kali pertama rombongan besar pejabat dan tokoh dari Timur Tengah dan dunia Islam datang serempak ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Internasional WAMY ke-11 yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini. “Yang hadir pun beragam dan datang dari berbagai kalangan. Mulai dari tokoh pemerintahan, ulama, sastrawan, pendidik, LSM internasional, hingga sastrawan,” ujar Aang Suandi, Lc, Direktur WAMY Indonesia.

Suandi menjelaskan, beberapa nama penting yang rencananya akan menghadiri perhelatan internasional ini antara lain, dari kalangan pemerintahan: Syekh Shalih bin Abdul Aziz bin M. Alu Syaikh, Menteri Urusan Islam dan Wakaf Arab Saudi sekaligus Presiden WAMY; Syekh Abdullah bin Sulaiman Al-Mani’, Ketua Mahkamah Agung Saudi Arabia; Dr. Ali bin Ibrahim an-Namlah, menteri Tenaga Kerja dan Sosial Arab Saudi; YM Jenderal Abdurrahman M. Siwar Adz-Dzahab, Mantan Presiden Sudan; Dr. Muhammad bin Hasan Walad Dedew, Ketua Persatuan Ulama Mauritania, Dr. Isham bin Ahmad Al-Basyir, Mantan Menteri Agama Sudan; Dr. Mustafa bin Utsman Ismail, Mantan Menteri Luar Negeri Sudan dan kini menjadi penasihat Presiden Sudan, Dr. Adnan bin Khalil Basya Sekretaris Jenderal Internasional Islamic Relief-IIRO (Organisasi Bantuan Kemanusiaan Internasional) dan Dr. Saleh Sulaiman Al-Wohaibi, Sekretaris Jenderal WAMY.

Dari kalangan ulama, yang telah konfirmasi hadir adalah Syekh Dr. Salman bin Fahd Al-Audah, ulama terkemuka yang pamornya terus meroket di dunia Islam dan Dr. Amr bin M. Khalid, ulama dan penulis buku laris di Timur Tengah. Hadir pula qari internasional, Dr. Abdurrahman Ali Bashfar yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Persatuan Hafidz Qur’an Dunia Islam.

Di level pengusaha, hadir sejumlah nama penting pengusaha terkemuka dari dunia Arab, khususnya Arab Saudi seperti Syekh Abdurrahman Abdullah Ar-Rajhi, pemilik kelompok usaha Ar-Rajhi Banking Investment Dr. Faisal Ali Abul Khair dan pengusaha terkemuka Saudi Arabia.

Dari kalangan sastrawan, dua nama terkemuka di jagat sastra dunia Islam yakni penyair Dr. Abdurrahman bin Saleh Al-Asymawi dan Dr. Abdul Quddus Muhammad Abu Saleh, ketua Ikatan Sastrawan Dunia Islam.

Dari kalangan parlemen, dua anggota Majelis Syura (MPR) Arab Saudi akan hadir yakni Dr. Abdul Muhsin Az-Zukri, Dr. Khalid bin Ibrahim AL-Awad, dan Dr. Abdul Muhsin bin Abdullah Az-Zukri.

Tak kurang dari 33 tokoh dunia, ditambah sekitar 700 peserta dari 85 negara yang sudah menyatakan konfirmasi untuk menghadiri konferensi bertaraf dunia yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini. Info awal, tamu VVIP dan rombongan akan tiba pada Kamis dini hari, dengan menggunakan pesawat khusus via Pelabuhan Udara Halim Perdana Kusumah.

Aang Suandi menambahkan, konferensi ini menjadi momen yang sangat berharga bagi Indonesia untuk meningkatkan citra dan diplomasinya di dunia internasional. Bukan hanya itu, tambah Suandi, konferensi ini menjadi jembatan penghubung yang sangat efektif bagi pemerintah Indonesia dan pemerintah dunia Islam, khususnya Timur Tengah, untuk meningkatkan hubungan kerjasama, mengingat begitu beragamnya kalangan tokoh yang datang.

“Ini saatnya bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dan posisi tawarnya di dunia Islam, khususnya di Timur Tengah. Secara ekonomi, diharapkan konferensi ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan yang tinggi negara-negara Timur Tengah terhadap Indonesia, sehingga dapat meningkatkan investasi mereka di sini,” pungkas Suandi.***


Source : eramuslim

DPR Harus Evaluasi Total Densus 88

Direktur Eksekutif Center Indonesian Reform (CIR), Sapto Waluyo, melayangkan kritik keras terhadap sepak terjang Densus 88 di Medan.

Menurutnya, penyergapan terduga teroris di Medan sangat bermasalah. Hal ini karena terduga teroris sama sekali tidak sedang melakukan perlawanan. Bahkan, sedang shalat Maghrib.

”Sangat mencolok ambiguitas Densus 88 saat terungkap bagaimana terjadinya penyergapan kepada para tersangka,” ujar Sapto.

Menurutnya, dalam penyergapan yang bermasalah itu, tersangka ternyata tidak melakukan perlawanan seperti yang disampaikan polisi selama ini. Bahkan, sedang shalat.

”Mengapa harus ditembak mati? Apa bahayanya?” tanya Sapto.

Menurutnya, tragedi ini mengingatkan kita dengan penyerbuan terhadap tersangka teroris yang bernama Ibrahim di Temanggung beberapa waktu lalu.

”Dan ini terulang lagi di Medan!” tegas Sapto dengan nada keras.

Karena itu menurutnya, DPR harus melakukan evaluasi total Densus 88 via Pansus, sejalan terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” ucap Sapto. mnh


Source : eramuslim

Haganah, Teroris bagi Bangsa Palestina yang Menjadi Pahlawan Israel

Sebuah perayaan berlangsung di Israel untuk memperingati ulang tahun 90 tahun berdirinya Haganah, sebuah organisasi paramiliter Yahudi yang membuka jalan bagi pembentukan negara Israel dan Angkatan Pertahanan Israel (IDF). Sebuah headline di Jewish Chronicle merujuk kepada "generasi yang mendirikan Israel" di atas foto dari beberapa veteran tua yang mengenakan seragam militer.

Para para veteran tersebut digambarkan sebagai "pahlawan Israel", kata Kepala Staf Umum IDF, Gabi Ashkenazi, yang dikutip oleh Chronicle, dengan mengatakan, "Engkau lah yang telah dapat membuka jalan bagi IDF menjadi tentara orang-orang Yahudi, dan sebagai sebuah organisasi, Haganah yang bisa berjanji untuk 'tidak lagi dunia yang kejam', merujuk ke peristiwa Holocaust.

Meskipun tidak persis menutupi, namun memiliki efek yang sama. Hal yang belum tentu benar dari para "pahlawan" Haganah, adalah sangat mengherankan bahwa sebuah publikasi yang berbasis di Inggris bisa memuji sebuah organisasi yang pertama kali bekerjasama dengan Inggris (termasuk menerima pelatihan oleh petugas Inggris) dan kemudian gelisah karena harus berperang melawan pemerintahan Mandat Inggris di Palestina.

Setelah Inggris secara efektif keluar dari Palestina yang dianggap sebagai batu sandungan utama pembentukan negara Israel, Haganah merubah 'tugas' mereka (yang memiliki 80.000 tentara terlatih dan bersenjata) dengan melawan sebagian besar penduduk sipil Palestina. Hasilnya adalah apa yang oleh sejarawan Israel Ilan Pappe disebut sebagai "Pembersihan Etnis bangsa Palestina". (One World Publishing, 2006) (One World Publishing, 2006)

Seolah-olah dibentuk untuk mempertahankan pemukiman Yahudi awal di Palestina, pada tahun 1939 Haganah membantu untuk mengorganisir imigrasi ilegal Yahudi ke Palestina.

Pasca-Perang Dunia II bergabung dua kelompok sempalan ekstrim Yahudi, Irgun dan Lehi ("Stern Gang") untuk membentuk "Gerakan Perlawanan Yahudi". Stern Gang lah yang membunuh Lord Moyne, menteri Inggris untuk Timur Tengah, pada tahun 1944.

Haganah dan elit unit komando mereka, bersama dengan Stern Gang dan Irgun, melakukan banyak tindakan teroris terhadap instalasi pemerintah Inggris di Palestina antara tahun 1944 dan 1947. Mereka juga banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam Palestina.(fq/an/wiki)


Source : eramuslim

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share