__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Friday, August 27, 2010

Polisi Dalang Terorisme?

Benarkah Polisi berperan sebagai 'dalang' rekayasa isu terorisme? Begitulah bunyi pesan singkat yang diterima Eramuslim melalui telepon selular dari panitia diskusi FKSK ke-59 yang berlangsung siang (26/8) di gedung Intiland Tower jalan Jendral Sudirman 32, Jakarta Pusat.

Hadir sebagai pembicara Kombes (Pol) Zulkarnen (Kabidmitra Divhumas Mabes Polri), Mardigu W Prasantyo (Pengamat Terorisme), Fachri Hamzah(Wakil Ketua Komisi III DPR RI), Munarman(Direktur An Nashr) dan Muhammad Al Khoththoth (Sekjen FUI).

Acara berjalan cukup lancar bahkan semakin hangat ketika seorang pembicara menyoal penangkapan Abu Bakar Ba'asyir yang dilakukan Densus 88 anti teror. Menurut beliau penangkapan tersebut tidak manusiawi, karena orang yang sudah tua diperlakukan secara kasar dan tidak berprikemanusiaan.

Ada lagi yang melontarkan kasus Erwin Arnada, pemimp[in redaksi Majalah PLAYBOY, yang sudah divonis 2 tahun namun sampai saat ini belam ditangkap. Memang, aparat hukum di negeri ini sering berlaku tidak adil terhadap umat Islam, terutama para da'i dan ustadz-ustadz yang komitmen terhadap Islam, begitu ungkap salah seorang pembicara dalam forum tersebut.

Ya, berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa, begitu pesan Allah dalam sebuah ayatnya di surat Almaidah. Semoga ke depan aparat penegak hukum negeri ini bisa berlaku adil. (M. Zakir Salmun)

Source : eramuslim


Shared via AddThis

Editor Jyllands Posten Akan Kembali Terbitkan Kartun Nabi dalam Bentuk Buku

Seperti tidak ada kapok-kapoknya, Flemming Rose editor halaman budaya di surat kabar Denmark Jyllands Postenyang pernah menerbitkan kartun pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW pada tahun 2005 lalu, saat ini sedang mempersiapkan untuk kembali menerbitkan kartun tersebut dalam sebuah buku di bulan depan.

Buku yang memuat kartun-kartun menghina Nabi Muhammad tersebut berjudul The Tyranny of Silence akan dirilis pada tanggal 30 September mendatang dalam peringatan ke-5 tahun atas dipublikasikannya 12 kartun yang menghina Nabi Muhammad, yang telah memicu gelombang protes kekerasan melawan Denmark di dunia Islam.

Flemming Rose dalam sebuah pernyataannya di surat kabar Politiken mengatakan bahwa penerbitan kembali kartun-kartun itu bukan bermaksud untuk melakukan provokasi. "Hal ini perlu diketahui kisah dibalik 12 kartun itu dan penempataan kartun tersebut dalam konteks umum untuk dipakai contoh suatu tindakan yang dianggap menghina," kata Rose.

"Saya yakin bahwa banyak orang tidak mengetahui apa yang kira-kira saya pikirkan tentang kartun itu. Saya akan sangat senang untuk menjelaskan bahwa saya hanya mempunyai kata-kata untuk melakukannya," Rose menambahkan.

Di surat kabar Politiken, Flemming Rose juga mengatakan bahwa buku setebal 499 halaman yang nanti akan diterbitkannya itu akan menimbulkan perdebatan, namun ia menjelaskan kalau bukunya itu ingin menggambarkan berbagai hal termasuk penolakan terhadap Holocaust, aksi rasisme dan tindakan penghinaan.

Dia menambahkan bahwa Kurt Visrgard yang mengambil karikatur lebih kontroversial, juga menerbitkan buku yang berisi kartun menghina Nabi Muhammad. (fq/islamtoday)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Buku Kontroversi: Lobi Saudi Kepada AS Lebih Kuat Daripada Lobi Israel

Sebuah buku baru karya seorang ahli Timur Tengah Mitchell Bard mengklaim bahwa lobi Arab, yang dipimpin oleh Saudi, memiliki sumber daya yang tidak terbatas untuk membeli apa yang mereka biasanya tidak bisa memenangkannya pada manfaat dari mereka argumen '

Lobi Arab dan terutama lobi Saudi, salah satu yang terkuat di Amerika-bahkan lebih kuat dari Israel, menurut sebuah buku baru yang kontroversial ditulis oleh seorang pakar Amerika di Timur Tengah.

Buku Mitchell Bard yang berjudul "Arab Lobby" ditulis sebagai semacam respon kepada mereka yang memperingatkan pengaruh AIPAC di Washington.

Bard, yang menjabat sebagai direktur eksekutif dari Enterprise Koperasi nirlaba Amerika-Israel (AICE), mengklaim bahwa salah satu karakteristik yang membedakan yang paling penting dari lobi Arab adalah bahwa ia tidak memiliki dukungan rakyat. Sementara lobi Israel memiliki ratusan ribu anggota akar rumput dan jajak pendapat publik secara konsisten memperlihatkan kesenjangan yang besar antara dukungan untuk Israel dan bangsa Arab-Palestina, lobi Arab hampir tidak mendapat simpati publik. Kecenderungan ini menjadikan birokrat Arab hanya mewakili pandangan pribadi mereka atau apa yang mereka yakini sebagai kepentingan lembaga mereka, dan pemerintah asing yang hanya peduli kepentingan nasional mereka, bukan dari Amerika Serikat.

"Meski mereka kekurangan modal SDM dalam hal mendukung Amerika, mereka membuat sumber daya hampir tak terbatas untuk membeli apa yang mereka biasanya tidak bisa mereka menangkan," tulisnya dalam buku ini.

Karena tidak adanya dukungan, menurut Bard, "Saudi telah mengambil kebijaksanaan yang berbeda dari lobi Israel, berfokus top-down daripada pendekatan bottom-upuntuk melobi.

Jaksa Alan M. Dershowitz mengomentari tentang buku Bard di surat kabar The Daily Beast: "Cara utama yang dipakai Saudi agar mempunyai pengaruh ini adalah dengan uang. Mereka menghabiskan jumlah besar uang untuk membeli (atau menyewa) mantan pejabat departemen luar negeri, diplomat, ajudan gedung putih dan pemimpin legislatif yang menjadi korps untuk melobi elit mereka"

Mantan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Bandar, yang begitu dekat dengan Presiden George HW Bush bahkan menyebut dirinya sebagai 'Bandar Bush,' mengakui adanya hubungan tersebut.(fq/ynet)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Iran Musuh dalam Selimut: Tidak Serang Israel, Tapi Justru Akan Hancurkan Arab?

Seorang pejabat tinggi Mesir mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang eksistensi Iran dengan mengisyaratkan bahwa Iran telah menjelma menjadi semacam "musuh dalam selimut" di kawasan Timur Tengah. Iran tidak menjadi ancaman bagi Israel, tetapi justru menjadi ancaman besar bagi negara-negara Arab.

Sayyid Mishal, Menteri Negara untuk Urusan Perang Mesir, mengemukakan hal tersebut dalam sebuah pertemuan yang digelar di kantor Sindikat Jurnalis Mesir (Niqabah as-Shahafiyyin al-Mishriyyin), Selasa (24/8) lalu.

"Iran belum pernah sekalipun menembakkan senjata dan berperang dengan Israel sejak tahun 1948 hingga sekarang," kata Mishal.

Mishal juga mengatakan, Gerakan Hizbollah Lebanon yang bermazhabkan Syiah dan memiliki hubungan dekat dengan Iran sekaligus mendapatkan dukungan penuh dari negeri para Mullah itu, telah mengaskan posisinya terkait perang Gaza. Hizbollah mengatakan, bahwa "kami bukan pihak manapun dalam perang tersebut".

"Tidak keluar satu roket pun dari Hizbollah saat penyerangan Israel ke Gaza," kata Mishal.

Justru, kekuatan militer Iran bukan menjadi ancaman bagi Israel, melainkan menjadi ancaman besar bagi negara-negara Arab. "Salah satu ancaman tersebut, adalah dengan aksi Iran yang kerap kali campur tangan dalam berbagai masalah yang terjadi di kalangan Arab," papar Mishal.

Mesir memang kerap mengeluarkan pernyataan menyudutkan tentang Iran. Kedua negara tersebut telah "perang dingin" semenjak suksesnya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 silam. Dalam revolusi itu, emperor Iran yang diktator, tiran, pro Amerika dan Israel, Shah Muhammad Reza Pahlevi, berhasil digulingkan oleh gerakan revolusi. Pahlevi lalu kabur dan mendapat perlindungan di Mesir, yang saat itu mulai "bermain mata" dengan Amerika dan Israel. Ketegangan itu masih berlangsung hingga sekarang.

Diakui atau tidak, Iran memang terhitung sebagai salah satu kekuatan militer terbesar dan terkuat di Timur Tengah, selain Israel dan Turki. Negara-negara Arab banyak yang merasa khawatir dengan eksistensi teknologi militer Iran yang kian hari kian menanjak. Namun, ketika negara-negara Arab menunjukkan perasaan kurang positif akan perkembangan negara-bangsa Persia itu, Turki justru bersikap lain, dimana Turki lebih memandang Iran sebagai mitra strategis yang memungkinkan untuk saling meningkatkan kerjasama. (AGS/mi)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

1001 Inovasi: Pameran Peradaban Islam di Istanbul

Pameran peradaban dan kebudayaan Islam bertemakan 1001 Inovasi (1001 of Inovation) dibuka di komplek bundaran Masjid Sultan Ahmet di Istanbul pada Kamis (26/8) kemarin. Pameran tersebut mengetengahkan beberapa karya seni, teknologi, sains, dan sastra yang dihasilkan oleh peradaban Islam.

Ide untuk menggelar acara pameran ini sendiri datang langsung dari Perdana Menteri Turki Recep Tayyep Erdogan yang pada bulan Maret lalu melakukan kunjungan kenegaraan ke London dan mengunjungi pameran terbuka di kota itu.

Pasca kunjungan tersebut, Erdogan lalu mengeluarkan instruksi untuk menggelar pameran besar-besaran bertemakan peradaban dan kebudayaan Islam, pencapaian-pencapaiannya, serta pengaruhnya terhadap renaissance Eropa dan sejarah kemanusiaan.

Selain itu, pameran peradaban Islam ini juga digelar untuk memeriahkan berbagai macam even kebudayaan di Istanbul yang pada tahun ini dinobatkan sebagai Ibu Kota Budaya Eropa.

Kawasan bundaran Sultan Ahmet di Istanbul telah menjadi semacam bundaran kebudayaan dan kesenian, sekaligus museum terbuka--selain sebagai tempat istirahat yang rindang dan nyaman. Bundaran yang berada di kompleks wisata Sultan Ahmet Camii, Hagia Sophia, dan Istana Topkapi serta dekat dengan tepian Bosphorus itu Setiap pekan senantiasa menggelar pertunjukan kebudayan.

Menurut jadwal, pameran tersebut akan dibuka untuk umum sampai pekan pertama bulan Oktober mendatang, untuk kemudian kembali digelar di Amerika. (AGS/db)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails