__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Tuesday, July 27, 2010

Pentagon Berburu Pembocor Pertama Dokumen Rahasia di Wikileaks

Pentagon Senin malam (26/7) mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan perburuan untuk menemukan siapa yang membocorkan puluhan ribu dokumen rahasia AS pada perang di Afghanistan, dan pembocoran dokumen rahasia ini adalah salah satu pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarah militer AS.

Pejabat pertahanan Amerika mengatakan orang di balik bocornya dokumen rahasia sebanyak 91.000 file ini tampaknya memiliki "rahasia" dan akses khusus ke dokumen sensitif pada perang Afghanistan.

Bisa jadi dokumen rahasia yang bocor, lebih banyak lagi dibandingkan yang ada, aku pejabat tersebut.

"Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencoba menentukan siapa yang bertanggung jawab atas bocornya informasi ini," kata Sekretaris Pers Pentagon Geoff Morrell.

"Sampai kita tahu siapa yang bertanggung jawab, kami harus bertahan karena ada kemungkinan bahwa mungkin ada informasi lagi yang belum diungkapkan. Dan itu jelas memprihatinkan.."

Pentagon mengatakan penelaahan atas dokumen-dokumen yang dipublis ke publik oleh situs WikiLeaks akan berlangsung pada hari minggu ini dan terlalu dini untuk menilai adanya dampak kerusakan terhadap keamanan nasional AS.

Namun, pejabat militer AS yang berhubungandengan setiap info yang ada dalam dokumen rahasia itu mengungkapkan bahwa sebagian besar pihak mengkonfirmasi adanya kekhawatiran militer secara terbuka atas dokumen yang bocor tentang perang Afghanistan.

Peringatan militer menjadi potensi kegagalan misi dalam membantu keputusan Presiden Barack Obama pada bulan Desember lalu untuk menyebarkan 30.000 tentara lagi.

"Skala (kebocoran), ruang lingkup ini, jelas mengkhawatirkan. Saya tidak berpikir isi dokumen itu sangat mencerahkan," kata Morrell.(fq/aby)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Kapal Bantuan AS "The Audacity of Hope" Akan Mencoba Tembus Gaza

Sebuah kelompok pro-Palestina Amerika dilaporkan telah memulai kampanye kemanusiaan untuk berlayar dengan sebuah kapal bantuan ke Jalur Gaza yang diblokade Israel.

"US Boat to Gaza" (Kapal AS ke Gaza) telah mulai menarik dana untuk pembelian kapal, lapor surat kabar Israel The Jerusalem Post pada hari Senin kemarin (26/7).

Kapal - yang bisa membawa 40-60 awak kapal - diharapkan untuk berangkat pada musim gugur depan dengan tujuan akhir menantang pengepungan Israel selama empat-tahun lamanya di Jalur Gaza.

"....bersama-sama kita akan memberikan kontribusi pada upaya besar untuk mengakhiri blokade Gaza dan pendudukan ilegal Israel terhadap Palestina", kata pihak panitia di situs mereka.

Kapal dilaporkan diberi nama "The Audacity of Hope," identik dengan buku populer karangan Presiden Barack Obama.

Direktur dari Institut Timur Tengah di Columbia University's School of International dan Public Affairs, Profesor Rashid Khalidi, dilaporkan berupaya mengadvokasi kelompok ini.

"Jika nama kapal menjadi masalah bagi pemerintah, hal itu hanya akan memaksa publik bahwa Israel harus mengangkat pengepungan: selesai masalah," ujar Khalidi.

"Itu tentu saja akan diperlukan untuk menanggapi dusta sistimatis terhadap mereka di Kongres dan di tempat lain yang mendukung pengepungan, dan apalagi kalau bukan para pendukung Israel."

Persiapan untuk berlayarnya kapal bantuan AS ini sedang berlangsung di tengah kecaman internasional terhadap pasukan komando Israel pada serangan 31 Mei lalu terhadap misi bantuan armada Kebebasan. Serangan di perairan internasional itumenewaskan sembilan aktivis Turki.

Pelayaran kapal bantuan AS ini juga didukung oleh Cindy dan Craig Corrie, orang tua dari aktivis perdamaian terkenal AS, Rachel Corrie, yang dilindas sampai mati oleh buldoser tentara Israel pada tahun 2003 ketika dia sedang berusaha untuk mencegah penghancuran sebuah rumah warga Palestina.

Pasukan Israel menangkap sebuah kapal bantuan dengan nama yang sama bulan lalu (Rachel Corrie) ketika kapal itu berada dalam misi untuk mematahkan blokade.

"Mengingat hirarki nasional-religius yang menentukan IDF dapat dilakukan untuk siapa saja, namun faktanya bahwa kapal ini adalah kapal Amerika yang akan membuat lebih sulit Israel untuk menghadapinya tidak seperti kapal Marmara Mavi," tegas Khalidi, mengacu kepada armada kapal Turki di mana pertumpahan darah pada bulan Mei lalu terjadi.

Pembatasan yang diberlakukan Israel telah menyebabkan 1,5 juta penduduk Palestina di pesisir Gaza harus menderita kekurangan makanan, bahan bakar dan kebutuhan lainnya.(fq/prtv)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Siapa Julian Assange, Si Bos Wikileaks?

Dokumen-dokumen rahasia milik militer AS yang dibocorkan Wikileaks disebut-sebut sebagai kebocoran dokumen militer terbesar sejak Perang Vietnam, yang dianggap akan membahayakan keamanan pasukan maupun publik AS. Namun pemilik situs Wikileaks, Julian Assange dalam pembicaraan lewat telepon dari London, dengan situs Gulf News mengatakan bahwa ia masih punya tumpukan dokumen militer rahasia lainnya, yang siap ia unggah ke situsnya, Wikileaks dalam waktu dekat.

Tidak tanggung-tanggung, menurut Assange, dokumen rahasia yang masih ada di tangannya berjumlah sekitar 15.000 dokumen yang kebanyakan berupa laporan-laporan intelijen. Dalam keterangan persnya di London, Senin (26/7) ia mengatakan bahwa dokumen-dokumen itu bisa menjadi bukti adanya kejahatan perang.

Assange mengaku tidak mau menyerahkan dokumen-dokumen itu pada lembaga penyelidik kejahatan perang internasional dengan alasan, mempublikasikannya di situs internet dan menarik perhatian banyak orang lewat media massa lebih efektif daripada menyerahkan dokumen itu pada lembaga investigasi internasional dan mendesak mereka untuk menindaklanjuti bukti dalam dokumen-dokumen rahasia yang dimiliknya.

"Dari pengalaman kami, bahwa keberanian itu bisa menular," kata Assange, warga Australia yang menyandang gelar Ph.D bidang fisika itu. Ia mengatakan, satu hal yang ia khawatirkan adalah "Kami tidak bisa menegakkan keadilan atas materi-materi yang telah kami berikan."

Lelaki yang selalu melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dengan membawa ransel berisi laptopnya itu tidak mau menjawab ketika ditanya siapa yang berada dibelakang dirinya, sehingga ia mendapatkan begitu banyak informasi rahasia dan berani menyebarluaskannya.

Assange, 39, yang juga mantan hacker komputer itu hanya mengatakan, "Kami punya berkas-berkas yang menjadi keprihatinan setiap negara di dunia. Ribuan database dan berkas tentang berbagai negara."

Situs Wikileaks mulai mengunggah informasi-informasi yang isinya sensitif sejak tahun 2006. Waktu itu Assange baru membuat situs Wikileaks yang ia kendalikan dari sebuah rumah di dekat Universitas Melbourne.

Informasi yang diunggah Assange mulai dari dokumen dari Church of Scientology sampai transkrip pesan-pesan kabel yang dikirim Kedutaan Besar AS, rekaman video rahasia dan sebagainya. Tak heran jika Wikileaks punya banyak "musuh" mulai dari para bankir Inggris sampai para politisi Kenya.


Wikileaks mulai menarik perhatian publik AS ketika situs itu mempublikasikan rekaman video tentang penembakan yang dilakukan tentara angkata udara AS terhadap warga sipil di Baghdad dari atas helikopter Apache. Rekaman itu menghebohkan publik AS dan membuat berang militer AS, karena dalam rekaman video tersebut terdengar tentara-tentara yang menembaki warga sipil tertawa-tawa di atas helikopternya.

Dan hari Minggu (25/7), Wikileaks kembali membuat militer AS "kebakaran jenggot" karena situs itu mengunggah 90.000 dokumen rahasia militer AS terkait perangnya di Afghanistan. Assange mengatakan bahwa dokumen-dokumen itu bisa menjadi bukti adanya kejahatan perang yang dilakukan AS di Afghanistan.

Situs Wikileaks sendiri tidak punya kantor khusus dan hanya sebuah situs yang dikelola Assange dengan bantuan kurang dari 10 orang yang menjadi relawan untuk mengelola situs tersebut. Assange sendiri tidak punya alamat tetap dan selalu melakukan perjalan ke berbagai tempat. Assange kadang menghilang dari publik untuk beberapa bulan dan hanya muncul ketika ia melakukan keterangan pers tentang dokumen-dokumen terbaru yang ia unggah ke situsnya.

Latar belakang kehidupan Assange juga tak banyak diketahui. Namun media massa Australia menyebut sosok Assange sebagai tipikal orang yang masa kecilnya "bermasalah". The Age, mengutip pernyataan Assange yang mengatakan bahwa dirinya pernah bersekolah di 136 sekolah berbeda, termasuk sekolah dalam bentuk korespondensi pada tahun 1991. Ketika masih remaja, Assange pernah ditangkap dan dikenakan tuduhan beberapa kali meng-hack komputer orang. Ia dinyatakan bersalah dan dikenakan denda.

Dalam wawancara dengan media Jerman, Der Spiegel,Assange mengatakan bahwa ia sangat menikmati kegiatannya menciptakan sistem-sistem komputer berskala luas dan menolong orang yang tak berdaya.

"Saya senang membantu orang yang rentan oleh bahaya dan memberangus para bajingan. Pekerjaan ini sangat menyenangkan," tandasnya. (ln/berbagai sumber)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Galloway: Tidak Ada Lagi Orang di Dunia Ini Bersimpati dengan Israel

Mantan anggota parlemen Inggris George Galloway yang juga presiden dari Long Live Palestine menyatakan bahwa segala sesuatu telah berubah setelah kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional terhadap armada kebebasan.

Mantan anggota parlemen Inggris ini juga menyatakan bahwa banyak negara telah mereview kembali hubungan mereka dengan Israel dan sebagian negara bahkan menarik duta besar mereka dari Israel.

Galloway mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Beirut hari ini:" Setelah kejahatan yang mengerikan terhadap armada kebebasan, banyak negara telah menyerukan penyelidikan internasional untuk kejahatan ini dan meminta adanya resolusi PBB dan Uni Eropa serta sejumlah parlemen di seluruh dunia untuk menyelidiki kejahatan Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan, yang menuju ke Jalur Gaza yang terkepung."

Dia menambahkan: "Tidak ada orang di dunia ini bersimpati dengan Israel, mereka telah berani mengungkapkan hal ini di depan umum, bahkan seorang jendral senior AS telah mengakui bahwa Israel telah menjadi beban strategis bagi Amerika Serikat."

Galloway menyatakan juga bahwa embargo Israel terhadap Gaza sekarang telah mulai memburuk, dan menyerukan untuk menyingkirkan dan menghancurkan Israel serta berkata: "Ini adalah apa yang kita niatkan untuk melakukan peringatan pada 18 September depan, peringatan akan peristiwa pembantaian Sabra dan Syatila." (fq/imo)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Ayam Tertua di Dunia Ada di China

Yang Shaofu (77) mengaku membeli ayam itu pada tahun 1988.

Seorang lelaki warga China sedang mengajukan pemecahan rekor ayam tertua di dunia kepada Guinnes World Record. Yang Shaofu (77) dari desa Sidazhuang, Baoshan, Provinsi Yunan mengaku membeli ayam itu pada 1988, atau sekitar 22 tahun lalu.

Seperti dilansir
web.orange.co.uk, Selasa 27 Juli 2010, Yang Shaofu membeli ayam itu bersama empat ekor ayam lain sekitar 22 tahun lalu. Saat membeli ayam itu, dia mengaku diantar oleh menantunya.

"Saat itu beratnya hanya sekitar setengah kilogram. Setelah mengalami pertumbuhan dua bulan kemudian, ayam itu mulai bertelur," kata Yang.

Yang menambahkan, ayam peliharaannya itu kini masih cukup sehat, dan kuat untuk beraktivitas. Yang berkurang, hanya nafsu makannya. Ayam Yang itu makannya tidak sehebat saat muda dulu.

Makanan sehari-hari induk ayam itu adalah jagung, dan kerang-kerangan. Dokter hewan setempat mengatakan biasanya seekor induk ayam dapat hidup paling lama 7 hingga 8 tahun. Kini usia ayam berbulu cokelat itu mencapai 22 tahun. Usia itu disebutkan setara umur manusia yang mencapai 400 tahun.

Catatan sejarah hidup terpanjang induk ayam mencapai usia 12 tahun, lebih dari setengah usia ayam Yang. Selama hidupnya, kata Yang, ayam itu sudah menghasilkan 5.000 butir telur.

"Banyak orang menyarankan saya membunuh ayam ini untuk dimakan, tapi saya tak akan melakukannya. Saya tetap menunggu sampai dia mati," ujar Yang.(np)

Source : vivanews


Shared via AddThis
Related Posts with Thumbnails