__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Monday, July 19, 2010

Kisah Cheng, Gembel Paling Keren di China

Tiap hari Cheng mengais sampah mencari botol plastik dan puntung rokok. Kini dia fenomena.

Setahun lalu, Cheng Guorong (34) bukan siapa-siapa. Dia hanya gelandangan yang tiap hari menjelajahi jalanan Ningbo, sebuah kota di timur China untuk mencari makanan atau mengais sampah -- mencari botol plastik dan puntung rokok.

Meski 'gembel', Cheng tampil penuh gaya. Dengan rambut kusut, jenggot tipis -- dia sering tampil memakai mantel kulit sintetis dan potongan kain warna terang yang dijalin sebagai ikat pinggang.

Lain hari, Cheng mengenakan kaos hitam, dipadu kalung rantai, ditambah pita di rambutnya -- gaya yang bisa membuat orang menoleh kagum, atau setidaknya tersenyum geli.

Namun, hidup Cheng berubah dramatis setelah seorang fotografer amatir mengunggah foto-fotonya di internet.

Dalam sekejap, tulang pipinya yang menonjol dan pakaian ala 'bohemian' yang dikenakannya menarik hati sekelompok pengguna dunia maya yang memplokamirkan diri sebagai fansnya.

Cheng jadi fenomena. Dia lantas dijuluki 'Gelandangan China Terseksi' atau disebut dengan julukan 'Brother Sharp' -- yang berkaitan dengan penampilannya yang menarik dan pakaian yang keren.

"Sialan, pria ini ganteng. Lihat kerutan di keningnya. Tak ada yang perlu diragukan, pria ini sangat seksi," kata salah satu dari ribuan penggemarnya di laman
Tianya -- sebuah forum internet di China.

Cheng kali pertama menginjakkan kaki di Ningbo pada 1996 untuk mencari pekerjaan. Awalnya dia sukses dalam karirnya, dan mempu mengirim uang untuk istri dan dua anak lelakinya.

Prahara dialami Cheng ketika uang simpanannya dirampok, dia dikeluarkan dari pekerjaannya, dan harus hidup di jalanan. Malu karena tak mampu menghidupi anak-anaknya, Cheng tidak menghubungi keluarganya selama bertahun-tahun.

Hilang kontak dengan Cheng, keluarganya sempat mengira dia tewas, sampai mereka melihat fotonya di internet Januari lalu.

Saat akhirnya kembali ke rumah, kabar duka menerpa Cheng, ayah dan istrinya tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tahun lalu.

Para fans-nya tak menutup mata. Mereka menyumbangkan uang sebesar 100.000 yuan atau sekitar Rp134 juta untuk membantu Cheng.

Tak hanya itu, tawaran tampil di iklan, juga jadi model catwalk di Foshan mengalir.

Bahkan, seorang produser film China, Deng Jianguo mengumumkan akan membuat film yang terinspirasi kisah hidup Cheng. Proses syutingnya akan dimulai September mendatang.

"Ini adalah kisah yang sedih, namun berakhir dengan kebahagiaan, sebuah reuni keluarga," kata salah satu keluarga Cheng, seperti dimuat laman
Telegraph.

Aktor populer Hong Kong, Carl Ng direncanakan akan memerankan Cheng, meski dia dianggap 'terlalu tinggi'. Skrenario film ditulis sepupu Cheng. Film ini akan dirilis di bioskop-bioskop Tahun Baru China mendatang.

Bagaimana nasib Cheng? Kini dia kembali tinggal di kampung halamannya, sebuah kota kecil di dekat Nanchang Provinsi Jiangxi -- sebagai selebriti baru. Namun, pengalamannya lima tahun di jalanan membuatnya jadi pemalu dan jarang bicara.

Dalam wawancara pertamanya dengan media asing, sambil merokok, Cheng merasa senang bisa pulang. "Orang-orang bersikap baik.
"

Source : vivanews


Shared via AddThis

PM Israel: Menipu Amerika itu Gampang

Sebuah rekaman video berisi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul di tengah "ketegangan" antara rezim Zionis Israel dan pemerintahan Presiden AS Barack Obama terkait isu Israel-Palestina. Dalam pernyataan tersebut, Netanyahu dalam bahasa Ibrani, dengan sikap arogan mencela pemerintahan AS yang selama ini menjadi sekutu dekatnya.

Rekaman yang diambil pada tahun 2001 itu, disiarkan dalam program televisi "This Week With Miki Rosenthal" dengan judul "The Real (And Deceitful) Face of Benjamin Netanyahu", jumat pekan kemarin, ditengarai akan makin memperuncing hubungan antara pemerintahan Netanyahu dan Presiden Obama. Keduanya, belakangan ini kerap perang pendapat soal kebijakan pemerintah Netanyahu membangun pemukiman-pemukiman ilegal Yahudi di wilayah Palestina. Meski demikian, perang kritik itu tidak menggoyahkan dukungan buta AS terhadap Israel.

Surat kabar Haaretz dalam laporannya menyebutkan bahwa Netanyahu saat itu tidak sadar jika pernyataannya itu direkam. Dengan sikap arogan, Netanyahu dalam rekaman tersebut mengatakan, "Saya tahulah Amerika itu. Amerika adalah negara yang bisa dengan sangat mudah diarahkan, digerakkan ke arah yang benar (Israel). Mereka tidak akan mengganggu."

Surat kabar Washington Post juga memuat petikan pernyataan Netanyahu yang mengatakan bahwa ia sudah memanipulasi pemerintah AS dalam proses perdamaian Israel-Palestina yang sedang berlangsung.

"Mereka (AS) bertanya pada saya sebelum pemilu, apakah saya akan menghormati Perjanjian Oslo. Saya jawab bahwa saya akan menghormatinya, tapi ... saya akan menafsirkan kesepakatan itu dengan cara yang memungkin saya untuk mengakhiri desakan agar Israel mematuhi perbatasan tahun '67."

"Bagaimana kami melakukannya? Tak seorang pun menyatakan definisi zona militer. Definisi zona militer adalah zona keamanan; sepanjang yang saya pahami, seluruh Lembah Yordan adalah zona militer. Tak terbantahkan," demikian pernyataan Netanyahu seperti dikutip Washington Post.

Gideon Levy, analis politik Israel pada surat kabar Haaretzmenilai pernyataan Netanyahu sebagai hal yang menyedihkan. Orang-Orang Israel, kata Levy, harus menanggung rasa takut dan curiga bahwa pemerintah Israel dipimpin oleh sosok yang tidak percaya pada Palestina dan tidak percaya pada peluang yang muncul dari adanya kesepakatan-kesepakatan dengan Palestina.

"Israel dipimpin oleh seorang yang berpikir bahwa Washington sudah ada dalam genggamannya dan untuk itu ia bisa melakukan apa saja," tukas Levy.

Pernyataan Netanyahu dalam rekaman tersebut, tulisHaaretz, membuktikan bahwa Netanyahu bukanlah pemimpin Israel yang punya itikad baik untuk menciptakan perdamaian dengan Palestina. (ln/hrz/HuffPost)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Facebook Berulah Lagi, Jutaan Muslim Ancam Tutup Akunnya Secara Permanen

Komunitas Muslim di Facebook melayangkan surat protes pada pengelola situs jejaring sosial itu yang dianggap telah dengan sengaja menghapus halaman-halaman grup Islam yang cukup populer di kalangan muslim pengguna Facebook. Atas tindakan itu, komunitas Muslim di Facebook yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2,5 juta orang mengancam akan secara bersama-sama angkat kaki dari Facebook pada Rabu (21/7) lusa.

Dalam pesan yang diunggah di blog Facebook, yang ditujukan pada pengelola Facebook: Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz, Sheryl Sandberg, dan Matt Cohler, komunitas Muslim Facebook menyatakan bahwa Facebook telah memicu rasa kebencian dan ketidaknyamanan terhadap kaum Muslimin di seluruh dunia. Setelah tindakan tak bertanggung jawab Facebook memuat halaman tentang "Hari Menggambar Nabi Muhammad", kini Facebook dengan agresif menghapus empat halaman grup Islami terbesar di Facebook yang sudah memiliki sekitar 2,5 juta penggemar di kalangan muslim pengguna Facebook.

Menurut pesan yang ditulis komunitas muslim itu, pihak Facebook melakukan penghapusan empat akun grup Islam pada Kamis (8/7) kemarin. Empat akun grup Islam yang dihapus itu adalah:

1. Facebook.com/Rassoul.Allah – jumlah fan di Facebook sekitar 1.600.000 orang
2. Facebook.com/Logo.Ramadan – jumlah fan di Facebook sekitar 600.000 orang
3. Facebook.com/Love.Mohammed -jumlah fan di Facebook sekitar 200.000 orang
4. Facebook.com/Quran.Lovers – jumlah fan di Facebook sekitar 70.000 orang

Komunitas Muslim Facebook mempertanyakan kebijakan Facebook menghapus keempat akun grup Islam itu, apalagi grup tersebut merupakan grup Islam yang menyebarkan perdamaian dan tidak memuat pernyataan-pernyataan yang memicu kebencian terhadap pihak lain.

"Penghapusan akun-akun Islami oleh Facebook bukan hanya meremehkan perasaan lebih dari 2,5 juta muslim pengguna Facebook tapi juga sikap yang tidak menghormati lebih dari 1,5 miliar muslim di dunia," demikian pesan yang ditulis komunitas muslim pada pihak pengelola Facebook.

Mereka menuntut agar Facebook kembali mengaktifkan keempat akun grup Islam itu dan meminta agar Facebook mencantumkan larangan segala bentuk penghinaan terhadap simbol-simbol Islam dalam persyaratan pengguna Facebook dan menutup halaman, akun, grup maupun pengumuman kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung melecehkan Islam dan simbol-simbol Islam.

Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, komunitas itu mengancam bahwa 2,5 juta muslim pengguna Facebook akan menutup akun Facebooknya secara permanen pada tanggal Rabu (21/7) dan akan beralih ke situs jejaring sosial lainnya, seperti situs madina.com. (ln/voi)

Source : eramuslim


Shared via AddThis

Terungkap, "Misteri Baru" Lukisan da Vinci

Leonardo da Vinci diduga meninggalkan lukisan itu dalam keadaan belum selesai


Pemugaran lukisan berjudul "Virgin of the Rocks" berhasil mengungkapkan detail-detail yang selama ini sulit untuk dilihat secara kasat mata. Pemugaran itu juga menunjukkan bahwa lukisan tersebut dibuat sendiri oleh sang maestro, Leonardo da Vinci, tanpa bantuan asistennya, seperti yang sering diduga.

Demikian menurut pengelola museum National Gallery di London, Inggris, Rabu 14 Juli 2010. Museum itu mengerahkan tim untuk memugar lukisan Virgin of the Rocks, yang membutuhkan waktu selama 18 bulan.

Pemugaran itu diantaranya membersihkan lapisan pernis pada lukisan yang kualitasnya sudah jauh menurun sejak terakhir dipugar di penghujung dekade 1940-an sehingga membuat lukisan terlihat buram.

Pembersihan pernis lama tersebut memungkinkan para pakar untuk melihat lebih dekat goresan-goresan asli da Vinci melalui kuas. Pembersihan itu mengungkapkan gaya melukis da Vinci, terutama di bagian-bagian yang gelap. Ini memberi kesan bahwa da Vinci membuat goresan-goresan yang khas pada gambar bebatuan.

Restorasi itu juga menegaskan bahwa da Vinci tampaknya melukis sendirian dan sengaja membuatnya tidak selesai.

Proyek pemugaran menunjukkan adanya bekas sketsa tangan pada gambar malaikat hingga gambar kepala tokoh-tokoh utama di lukisan itu. Ini konsisten dengan karya-karya da Vinci lainnya.

Dikenal sebagai "perfeksionis sejati," da Vinci diduga meninggalkan lukisan itu dalam keadaan belum selesai karena saat itu dia berharap bisa menyelesaikannya di lain waktu. Demikian ungkap juru bicara museum, Thomas Almeroth-Williams.

Di masa lampau, para cendekia yakin bahwa da Vinci dibantu oleh sejumlah asisten saat mengerjakan Virgin of the Rocks. Ini berdasarkan asumsi adanya guratan-guratan yang terlihat berbeda.

Lukisan itu diduga dibuat antara 1491 hingga 1508. Pada 2005, menggunakan teknologi infra merah, para pakar menemukan dua bentuk sketsa yang tersembunyi di bawah permukaan lukisan. Bentuk yang satu tidak pernah dilukis, sedangkan yang lain mengungkapkan bahwa da Vinci berulang kali berubah pikiran atas subyek yang ingin dia gambar.

Setelah dipugar, lukisan itu sejak Rabu lalu dipamerkan kembali di National Gallery. (Associated Press)


Source : vivanews



Shared via AddThis

Rahasia di Balik Pesona 'Mona Lisa Smile'

Siapa yang tak terpesona dengan lukisan 'Mona Lisa Smile'? Sejumlah ilmuwan seni asal Prancis berhasil memecahkan sejumlah rahasia di balik pesona karya legendaris Leonardo da Vinci itu.

Para pakar dari Pusat Penelitian dan Restorasi Museum Prancis itu menemukan bahwa lukisan da Vinci dilakukan dengan teknik lapis ekstratipis. Da Vinci menerapkan 30 lapisan untuk lukisannya yang mengagumkan. Setiap lapis hanya setebal 40 mikrometer, setengah dari ketebalan rambut.

"Teknik itu disebut sfumato," kat salah satu peneliti, Philippe Walter. Teknik itulah yang membuat da Vinci berhasil menciptakan ilusi dan bayangan menakjubkan dalam lukisannya.

Tak hanya lukisan 'Mona Lisa Smile', tim juga meneliti enam lukisan karya da Vinci lainnya yang seluruhnya tersimpan di museum Louvre. Penelitian dilakukan dengan teknis X-ray fluorescence spectroscopy untuk mempelajari lapisan cat dan komposisi kimianya.

Mereka membawa peralatan berteknologi tinggi itu ke museum saat tutup dan mengamati wajah potret ', yang merupakan simbol dari Sfumato. Proyek ini dikembangkan melalui kerjasama dengan European Synchrotron Radiation Facility di Grenoble.

"Sekarang kita bisa mengetahui campuran pigmen yang digunakan da Vinci untuk setiap lapisan lukisannya," kata Walter. "Dan, itu sangat, sangat penting untuk memahami teknik ini."

Analisis dari sejumlah lukisan itu mengungkap bahwa da Vinci terus mencoba metode baru dalam setiap karyanya. Dalam 'Mona Lisa Smile', da Vinci menggunakan oksida mangan untuk menciptakan dimensi. Ia juga menggunakan tembaga, bahkan glasir.

Catatan sejarah mengungkap, 'Mona Lisa Smile' adalah lukisan Lisa Gherardini, istri Francesco del Giocondo, seorang pedagang asal Florence. Da Vinci mulai melukis itu pada tahun 1503. Giorgio Vasari, pelukis abad ke-16 dan penulis biografi da Vinci dan seniman lainnya, menulis bahwa da Vinci menyempurnakan lukisan itu selama empat tahun. (Associated Press/adi)

Source : vivanews



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails