__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Wednesday, August 11, 2010

Kemenangan Iblis


foto ilustrasi: Aries Rachmandy (bukaajablogariesdi.blogspot.com)foto ilustrasi: Aries Rachmandy (bukaajablogariesdi.blogspot.com)

Syeikh Dhirar bin Murrah, seorang ulama sufi kenamaan yang hidup di Kufah (Irak), wafat pada 132 Hijriyah pernah berkata bahwa Iblis mengatakan, ”Jika saya mampu mengusai Bani Adam dalam tiga hal, berarti keinginanku telah tercapai dan saya telah menang, yaitu: 1. Jika lupa akan dosanya; 2. Jika merasa cukup akan amalnya; 3. Jika kagum dan bangga akan pendapatnya (merasa pintar).

Sebenarnya ketiga hal (penyakit) pancingan Iblis yang dikhawatirkan Syeikh Dhirar merupakan penjelmaan dari inti ajaran Agama yang banyak ayat dan hadits Nabi SAW secara mantuq dan mafhum yang meminta untuk menjauhkan hal-hal tersebut. Penyakit lupa akan dosa, intinya adalah agar manusia senantiasa ingat dan beristighfar kepada Allah SWT, karena semua manusia tak luput dari dosa.

Ingat dosa, istighfar dan bertaubat adalah sarana untuk menyambut ke depan yang lebih baik dengan penuh asa. Jika manusia lupa akan dosa akan mudah tertutup hatinya karena tidak merasa butuh kepada ampunan Allah, maka rasa keangkuhan akan timbul, pada gilirannya keagungan dan kebesaran Tuhan sudah tidak tampak lagi dihadapannya, karena Allah menghilangkan bukti kebesaran dan keagunganNya dari para mutakabbirin, firman Allah SWT, ”Aku akan memalingkan tanda-tanda kekuasaan-Ku dari orang-orang yang menyombongkan diri (mutakabbir) di muka bumi tanpa alasan yang benar”(QS.7/146).

Manusia seperti ini tidak lagi merasa bersalah jika melakukan maksiat atau dosa, parahnya lagi sudah tidak sungkan untuk terang-terangan dalam maksiat atau mujaharah. Perbuatan dosa yang Mujaharah ini yang sulit diampunkan oleh Maha Pengampun, karena sudah tidak takut dan malu lagi terhadap Allah SWT dan tidak malu pula terhadap manusia. Tidak berpuasa secara terang-terangan, minum-minum keras di depan khalayak, berselingkuh, baca: berzina direkam, sehingga teredarkan.

Orang yang berbuat dosa tapi sembunyi hanya Allah SWT yang tahu, lebih baik ketimbang manusia yang berbuat dosa tapi terang-terangan. Pada saat Allah SWT menutup rahasia dosa manusia agar manusia tersebut suatu ketika bertaubat kepadaNya, sayangnya manusia sendiri mendeklarasikan, bahkan menceritakan dan bangga dengan dosanya! Bagaimana manusia lain dapat menutup aib saudara yang mujaharah, kalau dia sendiri yang menyebarkannya?

Musibah lain yang merupakan penyakit bani Adam yaitu merasa cukup dengan amal (cukup dengan apa yang diketengahkan). Apa yang telah dikerjakan seakan sudah sempurna, sehingga tidak mau mengoreksi dan mengembangkan ke arah lebih baik lagi. Tak pernah bertanya sudah cukupkah amal saya? sudah betulkah ibadahnya, akibatnya tidak mau balajar qiraat al-Qur’an karena sudah merasa betul bacaannya, juga tidak mau belajar hukum taharah, wudhu, salat secara benar karena sudah merasa cukup benar, dan tidak mau pula meningkatkan kerja yang bermanfaat.

Penyakit merasa cukup harus segera ditanggalkan, sebaliknya, harus terus menyempurnakan dan mengembangkan ke arah yang lebih baik lagi, yang dituntut merasa cukup dan qana’ah hanyalah terhadap karunia yang diberikan Allah SWT (rizki) agar jangan menjadi tamak, tentunya setelah berusaha maksimal dan tawakkal! Penyakit lain yang manusia lengah yaitu merasa pintar dan selalu bangga dengan pendapatnya.

Akibatnya, tidak mau lagi mendengar nasihat orang lain dan tidak merasa perlu untuk bermusyawarah kepada orang yang pantas untuk diajak musyawarah. Selalu merasa pendapatnyalah yang paling benar, padahal belum tentu demikian, kalau Nabi SAW saja diminta bermusyawarah kepada para sahabatnya, apalah artinya manusia biasa, tentunya lebih diminta untuk menghormati dan mendengar pendapat orang lain, dengan harapan semoga keputusan yang diadopsi dan diterapkan akan lebih dekat kepada kebenaran.

Semoga kita semua terhindar dari ketiga penyakit yang dikhawatirkan Syeikh Dhirar, yang digambarkan sebagai kemenangan Iblis tersebut!

Kemenangan Iblis

Syeikh Dhirar bin Murrah, seorang ulama sufi kenamaan yang hidup di Kufah (Irak), wafat pada 132 Hijriyah pernah berkata bahwa Iblis mengatakan, ”Jika saya mampu mengusai Bani Adam dalam tiga hal, berarti keinginanku telah tercapai dan saya telah menang, yaitu: 1. Jika lupa akan dosanya; 2. Jika merasa cukup akan amalnya; 3. Jika kagum dan bangga akan pendapatnya (merasa pintar).

Sebenarnya ketiga hal (penyakit) pancingan Iblis yang dikhawatirkan Syeikh Dhirar merupakan penjelmaan dari inti ajaran Agama yang banyak ayat dan hadits Nabi SAW secara mantuq dan mafhum yang meminta untuk menjauhkan hal-hal tersebut. Penyakit lupa akan dosa, intinya adalah agar manusia senantiasa ingat dan beristighfar kepada Allah SWT, karena semua manusia tak luput dari dosa.

Ingat dosa, istighfar dan bertaubat adalah sarana untuk menyambut ke depan yang lebih baik dengan penuh asa. Jika manusia lupa akan dosa akan mudah tertutup hatinya karena tidak merasa butuh kepada ampunan Allah dus rasa keangkuhan akan timbul, pada gilirannya keagungan dan kebesaran Tuhan sudah tidak tampak lagi dihadapannya, karena Allah menghilangkan bukti kebesaran dan keagunganNya dari para mutakabbirin, firman Allah SWT, ”Aku akan memalingkan tanda-tanda kekuasaan-Ku dari orang-orang yang menyombongkan diri (mutakabbir) di muka bumi tanpa alasan yang benar”(QS.7/146).

Manusia seperti ini tidak lagi merasa bersalah jika melakukan maksiat atau dosa, parahnya lagi sudah tidak sungkan untuk terang-terangan dalam maksiat atau mujaharah. Perbuatan dosa yang Mujaharah ini yang sulit diampunkan oleh Maha Pengampun, karena sudah tidak takut dan malu lagi terhadap Allah SWT dan tidak malu pula terhadap manusia.

Tidak berpuasa secara terang-terangan, minum-minum keras di depan khalayak, berselingkuh, baca: berzina direkam, sehingga teredarkan. Orang yang berbut dosa tapi sembunyi hanya Allah SWT yang tahu, lebih baik ketimbang manusia yang berbuat dosa tapi terang-terangan. Pada saat Allah SWT menutup rahasia dosa manusia agar manusia tersebut suatu ketika bertaubat kepadaNya, sayangnya manusia sendiri mendeklarasikan, bahkan menceritakan dan bangga dengan dosanya! Bagaimana manusia lain dapat menutup aib saudara yang mujaharah, kalau dia sendiri yang menyebarkannya? Musibah lain yang merupakan penyakit bani Adam yaitu merasa cukup dengan amal (cukup dengan apa yang diketengahkan). Apa yang telah dikerjakan seakan sudah sempurna, sehingga tidak mau mengoreksi dan mengembangkan ke arah lebih baik lagi.

Tak pernah bertanya sudah cukupkah amal saya? sudah betulkah ibadahnya, akibatnya tidak mau balajar qiraat al-Qur’an karena sudah merasa betul bacaannya, juga tidak mau belajar hokum taharah, wudhu, salat secara benar karena sudah merasa cukup benar, dan tidak mau pula meningkatkan kerja yang bermanfaat. Penyakit merasa cukup harus segera ditanggalkan, sebaliknya, harus terus menyempurnakan dan mengembangkan ke arah yang lebih baik lagi, yang dituntut merasa cukup dan qana’ah hanyalah terhadap karunia yang diberikan Allah SWT (rizki) agar jangan menjadi tamak, tentunya setelah berusaha maksimal dan tawakkal! Penyakit lain yang manusia lengah yaitu merasa pintar dan selalu bangga dengan pendapatnya. Akibatnya, tidak mau lagi mendengar nasihat orang lain dan tidak merasa perlu untuk bermusyawarah kepada orang yang pantas untuk diajak musyawarah.

Selalu merasa pendapatnyalah yang paling benar, padahal belum tentu demikian, kalau Nabi SAW saja diminta bermusyawarah kepada para sahabatnya, apalah artinya manusia biasa, tentunya lebih diminta untuk menghormati dan mendengar pendapat orang lain, dengan harapan semoga keputusan yang diadopsi dan diterapkan akan lebih dekat kepada kebenaran.

Semoga kita semua terhindar dari ketiga penyakit yang dikhawatirkan Syeikh Dhirar, yang digambarkan sebagai kemenangan Iblis tersebut!

***

Oleh: Amiruddin Thamrin MA, amiruddinthamrin@yahoo.com

Tinggal di Damaskus-Suriah


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Perjalanan Panjang Abu Bakar Ba’asyir di Arus Konspirasi

Bulan Agustus untuk Abu Bakar Ba’asyir dan keluarga, semestinya menjadi bulan yang begitu bersejarah. Pasalnya, pada tanggal 17 Agustus nanti, usianya genap menjadi 72 tahun. Putera Abu Bakar Abud ini tercatat memang lahir pada tanggal 17 Agustus 1938 di Jombang, Jawa Timur.

Namun, justru di bulan Agustuslah, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki yang biasa dipanggil Ustadz Abu mengalami perlakuan yang kurang manusiawi dari pihak kepolisian. Dalam perjalanan pulang seusai mengisi ceramah di sebuah masjid di sekitar Bandung, Ustadz Abu dan rombongan termasuk isterinya dicegat dan ditangkap Densus 88. Tidak tanggung-tanggung, tuduhan yang dialamatkan ke pimpinan Anshorut Tauhid ini adalah otak dan donatur terorisme di Indonesia.

”Beliau bukan DPO atas kasus apa pun. Kenapa ditangkap di tengah jalan, bukan di rumah dengan cara yang lebih berakhlak,” ujar Abdurrahim, ketua bidang dakwah Anshorut Tauhid yang juga putera Ustadz Abu.

Soal berurusan dengan pihak aparat dalam kaitannya dengan aktivitas keislaman beliau, penangkapan di Ciamis memang bukan hal baru. Bisa dibilang, mantan Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia ini pernah mengalami sejumlah drama penangkapan.

Sekitar sepuluh tahun setelah mendirikan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki bersama Abdullah Sungkar, Yoyo Roswadi, Abdul Qohar H. Daeng Matase dan Abdllah Baraja, pada tahun 1983, Ustadz Abu dan Abdullah Sungkar pernah ditangkap rezim Orde Baru dengan tuduhan menolak Azaz Tunggal Pancasila. Waktu itu, Amerika memang belum mengkampanyekan perang melawan terorisme Islam. Di pengadilan, keduanya divonis penjara 9 tahun.

Pada Februari 1985, ketika keduanya menjalani tahanan rumah, Ustadz Abu dan Abdullah Sungkar ’hijrah’ ke Malaysia melalui jalur darat lewat Sumatera Utara. Sekitar 14 tahun, Ustadz yang juga alumni pondok Pesantren Gontor ini tinggal di Malaysia. Selama belasan tahun itu, Ustadz Abu tidak diam menikmati kenyamanan di negeri orang. Justru, ketika di Malaysia itulah, mantan aktivis HMI ini melakukan dakwah Islam di sekitar Malaysia dan Singapura. Sejumlah majelis taklim terbentuk karena upaya dakwah Abu Bakar Ba’asyir.

Di satu sisi, kiprah dakwah di Malaysia menjadi peningkatan tersendiri buat Abu Bakar Ba’asyir. Tapi di sisi lain, musuh yang akan dihadapi bukan lagi Soeharto dan rezim Orbanya, melainkan negara haus kekuasaan yang bernama Amerika. Mungkin, tanpa disadari Ustadz Abu, skenario besar sedang dirancang untuk menjeratnya di kasus yang tidak lagi selevel Azaz Tunggal Pancasila.

Beberapa bulan sekembalinya dari Malaysia, Abu Bakar Ba’asyir terpilih menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia atau MMI. Di antara pendiri MMI ini adalah Irfan Suryahardi, Deliar Noer, Syahirul Alim, Mursalin Dahlan, dan Mawardi Noor. Tidak sedikit pun tercermin dalam aturan MMI yang membenarkan melakukan tindakan terorisme. Pada Kongres I MMI di Yogya, terlihat bahwa MMI ingin melakukan kiprah dakwah secara konstitusional bersama dengan seluruh elemen dakwah yang ada di Indonesia.

Upaya-upaya yang ditempuh oleh Majelis Mujahidin ini akan senantiasa di dalam koridor konstitusi negara Republik Indonesia. Sebagaimana yang dikatakan oleh Sobarin Syakur, Sekretaris Lajnah Tanfidziyah, “Majelis Mujahidin akan terus menda’wahkan dan memperjuangkan cita-cita menegakkan syari’at Islam dengan cara yang konstitusional”. Masih dalam kaitan ini, bahkan di dalam kongres Mujahidin II di Donohudan ditegaskan bahwa Mujahidin menolak aksi terorisme yang bertentangan dengan syari’at, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Menariknya, MMI menerapkan sebuah format keanggotaan yang bisa dimasuki oleh lintas gerakan Islam manapun dan bersifat internasional. Padahal, syarat dan seleksi keanggotaan belum cukup memadai untuk memfilter mana anggota yang benar-benar ingin berdakwah dan mana yang justru ingin menghancurkan MMI dari dalam.

Usai peristiwa peledakan WTC 11 September 2001, Amerika mengkampanyekan perang melawan terorisme yang dalam bahasa lain, menurut Syaikh Said Ramadhan Al-Buthy, adalah perang melawan gerakan Islam. Mulailah muncul istilah-istilah baru yang sangat asing dalam belantara sejarah gerakan Islam. Yaitu, Al-Qaedah dan Jamaah Islamiyah atau JI. Hal ini wajar, karena dua istilah itu disuarakan oleh media Amerika.

Pada awal-awal tahun 2002, pemerintah Indonesia melalui Menkumham, Yusril Ihza Mahendra, melakukan semacam klarifikasi terhadap kasus Abu Bakar Ba’asyir di masa Orba. Mulai saat itu, kasus lama Abu Bakar Ba’asyir menjadi selesai.

Sayangnya, status tidak lagi berkasus dalam masalah hukum Abu Bakar Ba’asyir tidak berlangsung lama. Pada September 2002, Majalah TIME, menulis berita dengan judul Confessions of an Al Qaeda Terrorist dimana ditulis bahwa Abu Bakar Ba'asyir disebut-sebut sebagai perencana peledakan di Mesjid Istiqlal. Time menduga Ba'asyir sebagai bagian dari jaringan terorisme internasional yang beroperasi di Indonesia. TIME mengutip dari dokumen CIA, menuliskan bahwa pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah Abu Bakar Ba'asyir "terlibat dalam berbagai plot."

Ini menurut pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda warga Yaman berusia 31 tahun yang ditangkap di Bogor pada Juni 2002 dan dikirim ke pangkalan udara di Bagram, Afganistan, yang diduduki AS. Setelah beberapa bulan bungkam, akhirnya Al-Faruq mengeluarkan pengakuan--kepada CIA--yang mengguncang. Tak hanya mengaku sebagai operator Al-Qaeda di Asia Tenggara, dia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut berbagai laporan intelijen yang dikombinasikan dengan investigasi majalah Time, bahkan Ba'asyir adalah pemimpin spiritual kelompok Jamaah Islamiyah yang bercita-cita membentuk negara Islam di Asia Tenggara. Ba'asyir pulalah yang dituding menyuplai orang untuk mendukung gerakan Faruq. Ba'asyir disebut sebagai orang yang berada di belakang peledakan bom di Masjid Istiqlal tahun 1999. Dalam majalah edisi 23 September tersebut, Al-Farouq juga mengakui keterlibatannya sebagai otak rangkaian peledakan bom, 24 Desember 2000.

Saat itu, Abu Bakar Ba’asyir meminta pemerintah Amerika untuk mendatangkan Al-Faruq ke Indonesia untuk memberikan pernyataan seperti yang dituduhkan dalam dokumen CIA itu. Sayangnya, hingga kini, orang yang bernama Al-Faruq seperti gelap ditelan bumi.
Belum lagi usai, kasus Majalah Time, pada Oktober 2002, Bom Bali menghebohkan tanah air. Hal ini kembali menyegarkan publik soal tuduhan Majalah Time yang menyebutkan bahwa Abu Bakar Ba’asyir sebagai pimpinan JI di Asia Tenggara.

Jadilah bulan Oktober 2002 menjadi hari-hari yang begitu menyibukkan dan merepotkan Abu Bakar Ba’asyir. Pada tanggal 14 Oktober 2002, Ba'asyir mengadakan konferensi pers di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Solo. Dalam jumpa pers itu ia mengatakan peristiwa ledakan di Bali merupakan usaha Amerika Serikat untuk membuktikan tudingannya selama ini bahwa Indonesia adalah sarang teroris.

Tiga hari setelah pernyataan Abu Bakar Ba’asyir, Markas Besar Polri telah melayangkan surat panggilan sebagai tersangka kepada Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`asyir. Namun Ba'asyir tidak memenuhi panggilan Mabes Polri untuk memberi keterangan mengenai pencemaran nama baiknya yang dilakukan oleh majalah TIME.
Akhirnya, pada tanggal 18 Oktober 2002, Ba'asyir ditetapkan tersangka oleh Kepolisian RI menyusul pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afganistan juga sebagai salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali. Dan pada 3 Maret 2005, Ba'asyir dinyatakan bersalah atas konspirasi serangan bom 2002, tetapi tidak bersalah atas tuduhan terkait dengan bom 2003. Dia divonis 2,6 tahun penjara.

Kembali ke tubuh organisasi MMI. Sebuah kabar mengejutkan di tahun awal berdirinya MMI. MMI dikabarkan telah disusupi pihak intelijen nasional, dan menjadi pengurus Lajnah Tanfidziyah bidang hubungan antar Mujahid. Diketahuinya satu orang telah menyusup ke tubuh Majelis Mujahidin berkaitan dengan hilangnya “pengurus” ini tanpa sebab setelah kasus bom Bali, Oktober 2002. Setelah diusut, dicari-cari, akhirnya diketahuilah bahwa Mr. X, tersebut aslinya adalah seorang perwira militer. Namun karena majelis Mujahidin tidak pernah memiliki niat untuk melakukan bughat (memberontak) maka penyusupan itupun dianggap tidak perlu diseriusi. Karena kegiatan MMI hanya aktivitas kajian-kajian.

Benarkah JI memang ada dan menjadi bagian dari jaringan Al-Qaidah? Pengamat politik LIPI, Alfitra Salam, Phd bahkan menilai Indonesia terpengaruh istilah JI yang sesungguhnya hanya rekaan intelijen Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad. (Wawancara Alfitra Salam dengan Metro TV pada tahun 2002)

Menurut Alfitra, andaikata organisasi (JI) itu adalah organisasi yang solid, tentu kita harus mengetahui siapa yang memberi namanya, siapa pendirinya, siapa orang yang menjadi anggotanya. Saya melihat tidak jelas. Siapa yang memberikan nama itu. Sebab, di dalam wacana pers yang ada di Malaysia, yang memberi nama itu adalah koran-koran Malaysia sendiri. Dan ini sudah terkontaminasi.

Mantan Kabakin, Letjen (Purn) ZA Maulani, dalam bukunya ’Dasar-dasar Intelijen’ (2006) memaparkan bahwa adanya hubungan yang tegas terjadi operasi intelijen asing di Indonesia dalam rangka stigmatisasi negatif terhadap Islam:

Makin meningkatnya operasi intelijen asing, terutama intelijen Barat di Indonesia, terlihat dengan munculnya propaganda hitam di situs internet TIME.com edisi 17 September 2002, yang menurunkan berita menarik tentang Omar Al-Farouq, sebagai awal dari suatu operasi intelijen yang sistemik untuk mengubah Indonesia tidak lagi menjadi “Mata rantai paling lemah di Asia Pasifik dalam rangka upaya memerangi jaringan terorisme international”.

Amunisinya adalah tentang hadirnya gerakan islam fundamentalis yang digerakkan oleh suatu organisasi, Jama’ah Islamiyah, yang gerakannya oleh kaum fundamentalis muslim warga negara Indonesia untuk mendirikan “super-state” Islam di Asia Tenggara.

Tujuan akhir dari kampanye intelijen ini adalah untuk menguasai negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kampanye anti-terorisme Amerika Serikat di Indonesia seluruhnya hanya didasarkan pada pengakuan Al-Farouq segera diikuti dengan pernyataan-pernyataan yang sifatnya menekan Indonesia dari para proxy Amerika, seperti “sheriff Amerika” John Howard dari Australia, “jurubicara” menteri senior Singapura Lee Kuan Yew, yang menuduh melalui majalah the Far Eastern Economic Review Hongkong, bahwa ada “ratusan gerakan Islam radikal di Indonesia yang berpotensi sebagai organisasi teroris.” Pernyataan Lee Kuan Yew itu menggebyah-uyah semua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia adalah organisasi teroris.

Penangkapan Abu Bakar Ba’asyir menjelang bulan suci Ramadhan tentu akan punya dampak pskologis umat Islam yang sedang gencar-gencarnya merehabilitasi moralitas bangsa dalam momentum penuh berkah ini. Dan mungkin akan punya nilai tersendri buat Ustadz Abu, di hari-hari menjelang genapnya usia beliau yang ke-72. mnh/wkpd

Source : eramuslim


Shared via AddThis

Bar Kaum Homo Akan Dibuka Disamping Lokasi Pembangunan Masjid Ground Zero


IlustrasiIlustrasi

Seorang pembawa acara televisi Amerika mengumumkan bahwa dirinya berniat membuka bar khusus untuk kaum homoseksual disebelah Islamic Center yang rencananya akan dibangun dekat Ground Zero di New York. Demikian dilaporkan oleh media Amerika.

Rencana pembangunan gedung Islamic Center bertingkat 15, di antaranya terdapat masjid dan kolam renang tersebut mengundang banyak diskusi dan pro-kontra di Amerika.

Menurut jajak pendapat, 53% penduduk New York menentang pembukaan Islamic Center di lokasi dekat Ground Zero tersebut. Banyak yang menganggap pembangunan Islamic Center dan Masjid di sana sebagai penghinaan terhadap kematian 3.000 korban serangan World Trade Center, 11 September 2001.

Sedangkan sebagian yang lain mendukung rencana proyek tersebut, dengan maksud untuk menciptakan toleransi antara umat, karena pusat itu akan membuka pintu bagi semua orang, tanpa melihat agama dan jenis kelamin.

Dan Bar khusus kaum penyuka sesama jenis itu juga akan dibangun dengan didasarkan pada semangat persaudaraan, kata Greg Gutfeld pembawa acara di saluran televisi Fox News dan penggagas bar homo tersebut.


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Asteroid Setara 100 Bom Nuklir Ancam Bumi

NASA sedang memperjuangkan dana eksplorasi asteroid 1999 RQ36 yang mengancam Bumi.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang mempertimbangkan mengirimkan satelit tak berawak ke asteroid yang berpotensi menubruk Bumi.

Sasarannya adalah asteroid 1999 RQ36 -- yang punya peluang 1:1.000 menabrak Bumi sebelum tahun 2200. Ini tak main-main, meski peluang tak besar, jika asteroid itu menubruk Bumi, kerusakannya setara 100 bom nuklir yang diledakan sekaligus.

Berdasarkan analisa orbit asteroid itu, kemungkinan besar asteroid 1999 RQ36 akan menubruk Bumi pada 24 September 2182 -- para ilmuwan ingin mengumpulkan sample batu asteroid untuk membantu memperkirakan lintasannya secara lebih akurat.

Jika rencana NASA mendapatkan 'lampu hijau', satelit akan diluncurkan pada 2016 untuk memetakan dan mengumpulkan sampel asteroid -- yang lebarnya 1.800 kaki atau sekitar 548,64 meter.

Proyek pengiriman satelit yang disebut 'OSIRIS-Rex' adalah satu dari dua 'finalis' dalam kompetisi untuk mencari pendanaan.

Pesaingnya adalah misi pendaratan di Planet Venus. Kedua proyek ini akan dibahas dalam lokakarya dua hari di Washington, yang dimulai Selasa 10 Agustus 2010. Proyak mana yang didahulukan akan diumumkan tahun depan.

NASA telah resmi mengklasifikasikan RQ36 sebagai asteroid 'berbahaya' saat ia melintas 280.000 mil dari Bumi. Dengan jaraknya yang makin mendekat dengan Bumi, asteroid ini lebih terjangkau dari yang lain.

Michael Drake, pimpinan proyek OSIRIS-Rex mengatakan, "menjadi asteroid yang paling gampang dijangkau berarti juga paling mungkin menabrak Bumi," demikian dimuat lamanTelegraph.

Sementara, Clack Chapman, ilmuwan planet di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado mengatakan dampak RQ36 adalah ledakan dahsyat yang menghancurkan.

"Akan sangat dahsyat, seperti 100 bom nuklir kuat meledak secara bersamaan, menciptakan kawah yang lebarnya sekitar 10 kilometer," tambah dia.

Panel pakar yang ditunjuk oleh Presiden, Barack Obama telah menyarankan, program ruang angkasa NASA masa depan harus melampaui Bulan. Ilmuwan lebih menyarankan misi pendaratan ke asteroid -- yang nyata mengancam Bumi.

Sementara, Badan Antariksa Eropa, European Space Agency pada 2008 mengumumkan, mereka akan memilih sebuah asteroid kecil, kurang dari 0,6 kilometer, di dekat Bumi dan mengirim sebuah pesawat ruang angkasa untuk mengebor untuk debu dan puing-puing yang akan dianalisis.

Source : vivanews



Shared via AddThis
Related Posts with Thumbnails