__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Friday, September 24, 2010

Kemeriahan Ramadhan dan Idul Fitri Lalu di Prancis Mulai Salip Kemeriahan Natal

Hipotesa yang menyatakan bahwa pada tahun 2050 nanti Prancis dan negara-negara benua Eropa lainnya akan menjadi negara berpenduduk mayoritas Muslim rupanya bukan sekedar isapan jempol. Kemeriahan Ramadhan di Prancis, misalnya, sejak beberapa tahun terakhir ini, tampak mulai menyaingi dan menyalip kemeriahan Natal, utamanya dalam bursa buku dan budaya.

Beberapa hari sebelum Ramadhan menjelang, juga beberapa hari setelahnya, beberapa toko buku di seantero Prancis banyak diserbu oleh pengunjung. Salah satu toko buku dan penerbit terkenal di Prancis, El Buraq, misalnya, sejak tanggal 1 Agustus hingga 10 September lalu, mencatat jika buku-buku yang menjadi best-seller adalah buku-buku keislaman.

Majalah Prancis Jon Afrique melansir, buku hadits-hadits Nabi menduduki peringkat ke-4 dari daftar buku-buku best-seller di Prancis sepanjang masa tersebut, dan berhasil terjual sebanyak 50 ribu eksemplar, disusul oleh buku "Dapur Maroko" yang menduduki peringkat keenam dan terjual sebanyak 30 ribu eksemplar.

Buku-buku bertema shalat, puasa, dan haji juga termasuk ke dalam daftar buku-buku best-seller di Prancis.

Seorang warga Prancis keturunan Lebanon Wisam Manshour, yang mengelola salah satu penerbitan dan toko buku di Prancis, mengatakan bahwa Hari Raya Natal adalah momen yang sangat penting bagi dunia penerbitan di Prancis, maka bulan Ramadhan juga kini menjadi momen yang sama.

"Ramadhan menjadi momen sangat penting bagi pasar buku-buku keislaman," kata Manshour.

Tak hanya itu saja, lanjut Manshour, Ramadhan juga rupanya telah menjadi momen ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Prancis. (ags/shorouk)


Source : eramuslim

Syi'ah Menghina Istri Rasulullah, Para Ibu Maroko Beri Nama Anak Mereka 'Aisyah

Para ibu di Maroko akan memberikan nama anak perempuan mereka yang baru lahir dengan nama 'Aisyah, sebagai jawaban atas pernyataan penghinaan dari seorang pendakwah Syi'ah Yassir Habib yang telah dicabut hak kewarganegaraan Kuwaitnya karena memiliki kewarganegaraan ganda, Inggris dan Kuwait serta akibat penghinaannya terhadap Ummul Mukminin Istri Rasulullah SAW, 'Aisyah Ra.

Situs Alarabiya melaporkan bahwa para ibu Maroko tersebut, menganggap inisiatif sederhana mereka dengan akan memberi nama anak perempuan mereka yang baru lahir dengan nama 'Aisyah sebagai bagian dari usaha yang mereka lakukan untuk membela salah satu simbol umat Islam yang merupakan istri Rasulullah.

Pendakwah Syi'ah Yassir Habib (semoga Allah melaknatinya), dalam beberapa ceramahnya dengan tegas menghina dan melecehkan ummul Mukminin 'Aisyah, Ra dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas disematkan kepada istri Rasulullah tersebut.

Beberapa warga Maroko yang mendengar tokoh Syi'ah Inggris ini menghina 'Aisyah. ra, langsung bereaksi dengan memberikan nama anak perempuan mereka dengan nama 'Aisyah, sementara warga Maroko lainnya mengatakan mereka merencanakan untuk memberikan nama ini ('Aisyah) jika anak pertama mereka terlahir perempuan di masa mendatang.

Seorang ibu Maroko(30 tahun) bernama Maryam, mengatakan bahwa dia telah memberi nama anak perempuannya yang baru lahir dengan nama 'Aisyah. Dirinya menyatakan sangat sedih istri Rasulullah dihina dan dilecehkan. Maryam menjelaskan bagaimana peran 'Aisyah dalam rumah tangga Rasulullah dan bagaimana ia meriwayatkan banyak hadits dan perannya dalam membina umat.

Maryam juga mengatakan bahwa suaminya tidak keberatan ia memberikan nama anak perempuan mereka yang baru lahir dengan nama 'Aisyah, meskipun sebelumnya mereka telah memiliki nama untuk bayi mereka tersebut. Ia dan suaminya memutuskan untuk memberikan nama bayi perempuan mereka 'Aisyah sebagai respon sederhana atas pelecehan dan penghinaan terhadap ibunda kaum mukminin 'Aisyah, Ra.

Fenomena pemberian nama seperti ini bukan sekali terjadi, beberapa waktu lalu setelah heboh kartun yang menghina nabi Muhammad beredar, banyak kaum muslimin memberikan nama anak laki-laki mereka yang baru lahir dengan nama Muhammad.

Sudah rahasia umum dikalangan pengikut Syi'ah, ummul mukminin 'Aisyah, Ra menjadi sosok yang selalu dihina dan dilecehkan. Bahkan sebagian kalangan Syi'ah menyebut 'Aisyah sebagai pelacur. Naudzubillah min dzalik.(fq/aby)


Source : eramuslim

Related Posts with Thumbnails