__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Friday, July 9, 2010

Bouyeri: Saya Tidak Menyesal Bunuh Penghina Islam Theo Van Gogh

Pemuda muslim berkewargenagaraan Belanda dan Maroko yang membunuh pembuat film dan penghina Islam Theo van Gogh pada tahun 2004 lalu, telah mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak menyesal telah membunuh van Gogh.

Surat kabar terkenal Rotterdam "AD" mempublikasikan sebuah surat milik dari pembunuh Van Gogh, Muhammad Bouyeri dalam edisi cetak mereka yang terbit hari Jumat ini (9/7).

Bouyeri dalam surat yang ia tujukan untuk kelompok Islam yang tidak teridentifikasi namanya, mengatakan bahwa ia sama sekali tidak menyesal tentang pilihan yang ia buat dan jalan yang telah ia pilih dengan membunuh Van Gogh. Bahkan untuk sedetikpun.

Sebagian besar isi surat itu merupakan pesan-pesan keagamaan, dengan pernyataan seperti, "Bagaimana ikhwan dan akhwat, apakah mungkin kita putus asa untuk mendapatkan rahmat dari Allah? Kita yang sedang berada dijurang kehinaan dan Allah menyelamatkan kita dari jurang kegelapan tersebut. Allah telah menjaga kita dan membersihkan kita dari noda-noda dan ketidak yakinan kita padaNya."

Badan intelijen Belanda (AIVD) mengatakan kepada wartawan surat kabar AD bahwa Mohammed Bouyeri sangat sadar akan isi surat yang ia tulis dan AIVD tidak terkejut dengan isinya.

"Ini adalah gaya yang sama dengan surat sebelumnya dan tidak mengubah pandangan kita tentang dia atau pikirannya." Surat itu muncul di Belgia dan diserahkan kepada surat kabar harian "AD".

Muhamamd Bouyeri yang memiliki nama lain Abu Zubair sendiri menjalani hukuman seumur hidup atas pembunuhan yang ia lakukan terhadap Theo van Gogh di Amsterdam.

Pembunuhan terhadap Theo Van Gogh terjadi pada tanggal 2 November 2004. Bouyeri membunuh Van Gogh di pagi hari sewaktu Van Gogh akan berangkat menuju ketempat kerjanya. Theo Van Gogh dibunuh dengan cara ditembak, kemudia tubuhnya ditusuk beberapa kali oleh Bouyeri.(fq/rnw)

Source : http://www.eramuslim.com/


Shared via AddThis

Israel Akan Rubah Kapal Mavi Marmara Jadi Hotel Terapung

Setelah Israel menyerang kapal Turki Mavi Marmara - yang merupakan kapal yang mencoba untuk mengirim bantuan kemanusiaan serta medis ke Gaza dan menewaskan sedikitnya sembilan aktivis Turki - kapal yang menjadi saksi pembantaian pasukan Israel tersebut telah di seret ke pelabuhan Haifa, dan walikota Haifa Yona Yahav menyatakan bahwa mereka berencana akan mengubah kapal tersebut untuk menjadi sebuah hotel terapung

Israel menyerang dan merebut kapal Mavi Marmara hampir sebulan setengah yang lalu dan membawanya ke pelabuhan Haifa, di mana sampai saat ini kapal itu masih tertambat dan dijaga ketat oleh militer dan angkatan laut Israel.

Setelah menyerang kapal Mavi Marmara, Israel menyatakan mereka yang akan mentransfer bantuan kemanusiaan ke Gaza, tapi Israel tidak memutuskan apa yang harus dilakukan dengan kapal Turki itu sendiri sementara Turki menuntut agar Israel melepaskan kapal tersebut dan mengirimnya kembali ke Ankara.

Surat kabar Israel, Maariv, mengatakan bahwa wali kota Haifa memutuskan untuk tidak menunggu sampai Israel memutuskan nasib kapal Mavi Marmara, dan ia telah mengirim surat mendesak kepada Menteri Pertahanan Israel menuntut kepada Menteri Pertahanan, Ehud Barak, untuk menyita kapal itu dan meminta untuk mengubah kapal itu menjadi sebuah proyek wisata .

Walikota Yona Yahav menuntut bahwa kepemilikan kapal harus berbalik menjadi milik kotamadya Haifa dan pihak kotamadya Haifa akan mengubahnya menjadi hotel terapung.

Dia mengatakan bahwa dirinya yakin jika Haifa - kota yang menjadi model bagi koeksistensi Arab-Yahudi - pantas untuk menjadi tuan rumah kapal ini, yang akan menjadi simbol internasional untuk harapan dan toleransi.

Al Arabiyya TV mewawancarai seorang juru foto Arab dari wilayah pendudukan 1948 yang mengatakan bahwa beberapa pasangan pengantin baru datang ke kapal Mavi Marmara untuk mengambil foto di kapal itu karena kapal tersebut dianggap oleh mereka telah menjadi simbol terkenal.

Sedangkan pasangan pengantin Arab yang mengambil foto di dekat kapal Mavi Marmara menganggap kapal itu sebagai simbol kebanggaan dan keberanian yang ditunjukkan oleh para aktivis kemanusiaan yang menuju ke Gaza dalam misi kemanusiaan, yang secara brutal diserang oleh tentara dan angkatan laut Israel.

Mereka mengatakan bahwa mereka datang ke sini untuk mengambil foto di dekat kapal itu untuk menyimpan kenangan akan kapal tersebut dalam hati dan pikiran mereka. (fq/imemc)

Source : http://www.eramuslim.com/


Shared via AddThis

Tokek Seberat 64kg gan dihargai 179 Miliar !!

Tokek raksasa seberat 64 Kg yang ditemukan remaja di hutan perbatasan Kalimantan Timur dan Malaysia ini kabarnya laku Rp 179 miliar.
Luar biasa! Seekor tokek raksasa seberat 64 kilogram yang ditemukan di perbatasan Nunukan-Malaysia di Kalakbakan akhirnya terjual 64 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 179,2 miliar (kurs Rp 2.800).

"Tokeknya sudah dijual dengan harga RM 1 juta per kilogramnya," kata Arbin, yang sempat mengabadikan gambar tokek tersebut saat dihubungi melalui telepon selulernya di Malaysia.

Sejak Harian Tribun Kaltim (Kompas Gramedia Grup) memberitakan penemuan tokek itu, telepon di kantor redaksi ataupun wartawan secara bergantian dihubungi para pengusaha yang mengaku ingin membeli tokek tersebut.

Karena itulah, wartawan Tribun Kaltim di Nunukan menghubungi Arbin yang berada di Tawau, Malaysia, untuk melihat kembali tokek yang berada di Kalakbakan itu. Setelah dicek lagi ternyata sudah dibeli oleh orang Indonesia.

"Tokeknya dibeli orang Indonesia kemudian dibawa keluar negeri, kalau tidak salah ke China," kata Arbin. Walau sudah terjual, masih banyak penelepon yang mengejar pembeli tokek tersebut untuk dibeli lagi dengan harga yang lebih mahal.

Tidak banyak informasi yang didapatkan Arbin mengenai transaksi tersebut sebab sang pemilik tokek juga sudah berangkat ke Kuala Lumpur. "Saya sudah mencoba mencari informasi siapa yang membeli, namun tidak ada yang tahu. Orang-orang sana cuma menyebutkan ada orang dari Indonesia yang membeli," ujarnya.

Source I : Kompas.com



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails