__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Friday, June 25, 2010

Setelah Masuk Islam, Tali Fahima Diancam Dibunuh Oleh Yahudi


Tali Fahima, seorang perempuan Yahudi Israel yang mulanya dikenal sebagai seorang tentara, lalu menjadi pejuang kiri yang mengkritik kebijakan pemerintan negaranya, menjadi aktivis kemanusiaan, dan akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

Namun masuk Islamnya itu tidak serta merta membuat kaum yang dilaknat Allah Yahudi menjadi rela akan keislamannya. Ancaman demi ancaman terpaksa Fakhima terima atas konsekuensi keIslamannya tersebut.

Fahima yang mengumumkan secara terbuka keislamannya dan diliput oleh banyak media internasional sontak membuat mata masyarakat dunia terbelalak. Terlebih lagi, sebelum masuk Islam, Fahima dikenal sebagai aktivis sayap kiri yang vokal mengecam berbagai kebijakan imperialis negerinya.

Dalam wawancaranya dengan kanal televisi Rusia berbahasa Arab Rusiya al-Yaum (24/6), Fahima menyatakan dirinya mendapat banyak ancaman pasca pernyataan keislamannya. Ancaman tersebut datang baik dari pemerintahan Israel atau dari golongan sayap konservatif Yahudi-Israel.

"Namun Alhamdulillah, Allah telah menggariskan suratan takdir untuk saya. Dan jika memang Ia akan menakdirkan saya mati syahid, maka saya berucap Alhamdulillah, hal itu lebih baik dari sesuatu apapun," kata Fahima.

Dalam kunjungannya ke Yerusalem beberapa hari lalu, Fahima mendapatkan ancaman dan serangan serius dari beberapa pihak konservatif Yahudi.

Fahima tercatat mulai memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi sejak dua tahun silam di penjara Israel. Ia dijebloskan ke bui karena sikapnya yang vokal mengecam berbagai kebijakan pemerintahannya dan membela hak-hak rakyat Palestina.

Yang lebih mengejutkan lagi, salah satu inspirasi keislaman Fahima adalah sosok Syaikh Raid Shalah, yang juga salah satu tokoh terkemuka perjuangan Palestina saat ini. (rya/rt)

Source : http://www.eramuslim.com/


Shared via AddThis


Abdul Wahab Meninggalkan Ibunya yang Janda Pergi Berjihad


Masih muda belia. Baru sekolah di SMU. Barangkali dilihat dari usianya masih belum cukup. Tetapi ia memiliki ghirah yang sangat kuat. Semangatnya (hamasahnya) berkobar dan menyala-nyala. Memiliki kebersihan hidup. Tidak bermaksiat. Baikk kepada Allah dan makhluk. Ibadah dan dzikirnya tak pernah berhenti. Waktunya hanya diisi dengan membaca al-Qur’an dan mentadzaburi isinya.

Sebuah kisah yang mengetarkan hati, seperti yang dituturkan oleh Sheikh Yusuf Qardhawi, tentang seorang remaja yang masih belia, yang ingin ikut berjihad ke Palestina. Kecintaan kepada saudaranya di Palestina, dan perhatiannya yang begitu besar, maka ia memenuhi panggilan Jamaah Ikhwan, yang ketika itu Mursyid ‘Aamnya Imam Hasan Al-Banna, memberangkatkan ribuannya kadernya untuk berjihad ke Palestina. Mereka yang sudah mendaftarkan diri bersama dengan para mujahid lainnya, tak lain, tujuannya hanya ingin membebaskan tanah Palestina, yang sudah dirampas dan dikuasai Yahudi.

Sheikh Yusuf Qardhawi mengisahkan pengalamannya tentang seorang pemuda bernama Abdul Wahab al-Bituni. Pemuda yang santun dan halus budinya, dan tidak nampak keberaniannya, kemudian bangkit berjihad bersama-sama dengan para mujahid lainnya ke Palestina. Pemuda ini diibaratkan oleh Sheikh Qardhawi seperti Qais. Jihad adalah Laila baginya. Begitu indah dalam benaknya. Kemuliaan yang pasti akan didapatkannya. Ini semua yang membangunkan dari tidurnya. Ia sangat mendambakan mati syahid, seperti saudara lainnya yang penuh dengan harap akan datang hari kesyahidannya.

Di dalam memoarnya Sheikh Qardhawi mengisahkan betapa alimnya pemuda itu, hidupnya penuh dengan kebersihan jiwa, kezuhudan, dan memiliki hati yang sangat halus. Ulama terkemuka itu, juga mengisahkan betapa gurunya Sheikh Al-Bahi al-Khuli mengatakan, “Setiap kali aku melihat wajah Abdul Wahab, aku seperti melihat darah syahid menetes di wajahnya”, ucapnya kepada Sheikh Qardhawi.

Tetapi menurut penuturan Sheikh Qardhawi untuk dapat pergi berjihad ke Palestina, Abdul Wahab harus menghadapi dua kesulitan. Pertama, ia harus mendapatkan ridho dari ibunya. Ibunya seorang janda, yang harus dijaganya. Sepertinya tidak mungkin ia harus meninggalkan ibunya seorang diri, dan tanpa didampinginya.

Tentu, sang ibu sangat kawatir dengan anaknya yang semata wayang. Karena itulah, Abdul Wahab memikul beban amanah dipundaknya, yang tidak mungkin dapat diabaikannya. Lalu, bagaimana Abdul Wahab dapat pergi berjihad ke Palestina? Lalu, Abdul Wahab meminta ku (Sheikh Qardhawi) menjadi perantara yang akan menjelaskan kepada ibunya agar diizinkan berjihad ke Palestina.

Sheikh Yusuf Qardhawi bersama dengan tokoh Ikhwan lainnya, seperti Mohammad Asal dan Ahmad Muhammad Shaftawi berkunjung ke rumah Abdul Wahab di kampung Kfar Haurin, Santhah Pusat. Sheikh Qardawi berbicara kepada ibunya Abdul Wahab dan menjelaskan tentang keinginan anaknya untuk pergi berjihad ke Palestina. Sheikh Qardhawi menceritakan kisah ibu-ibu yang berjihad di tanah Palestina sebagai mujahidin, yang tercatat dalam sejarah sebagai pahlawan Islam.

Sheikh Qardhawi, akhirnya juga menceritakan tentang putranya, Abdul Wahab untuk berjihad di Palestina. Sheikh mengatakan, bahwa jihad itu sama sekali tidak mempercepat atau menunda ajal atau kematian seseorang dari waktu hidup yang telah ditentukan oleh Allah Azza Wa Jalla. Orang yang tidak mati dengan pedang, ia pasti mati dengan wasilah lainnya.

Sesudah berbicara panjang Sheikh Qardhawi kepada ibunya, maka kemudian sang ibu mengatakan, “Jika ini sudah menjadi keinginan Abdul Wahab, maka aku tak mungkin menghalanginya. Saya serahkan masalah ini kepada Allah. Saya berdo’a kepada Allah agar Allah menolongnya dan para Ikhwan di medan jihad, kemudian mengembalikan mereka dengan salamat dan membawa kemenangan”.

Kegembiraan yang sangat nampak jelas di wajah Abdul Wahab, remaja yang masih beliau itu. Wajah bersinar dengan cahaya, seakan ia sudah melihat surga, yang akan dihampirinya. Sheikh Qardhawi sangat kagum dengan rejama itu, yang memiliki tekad yang begitu kuat untuk berjihad ke Palestina. Dan, Abdul Wahab memeluk ibunya dengan air mata yang bercucuran, atas izinya yang telah diberikan kepadanya.

Namun, izin dari ibunya itu, belum cukup bagi Abdul Wahab untuk dapat berjihad ke Palestina. Karena Maktab Irsyad Jamaah Ikhwanul Muslimin, melarang pelajar yang masih duduk di bangku SMU untuk ikut pergi berjihad ke Palestina, kecuali dengan rekomendasi dari Mursyid ‘Aam, Hasan Al-Banna. Artinya, Abdul Wahab harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Mursyid.

Abdul Wahab yang selama ini mengimpikan untuk pergi tanah Isra’ Mi’raj terwujud. Abdul Wahab dapat mengunjungi tempat kiblat pertama kaum muslimin. Masjid yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Abdul Wahab pergi ke Palestina, bukan untuk rekreasi, tetapi untuk memerangi kaum Yahudi, yang sudah merampas tanah kaum muslimin.

Sheikh Yusuf Qardhawi bersama dengan para pemimpin Ikhwan lainnya, termasuk Ustad Hasan Al-Banna, melepas ribuan kader Ikhwan untuk berjihad ke Palestina. Kota Kairo menjadi saksi utama, kepergian ribuan mujahidin itu, dan mereka dengan penuh suka cita, dapat memerangi musuh Allah dan Rasulnya, yaitu kaum Yahudi laknatullah.

Hari-hari yang panjang sampai di medan pertempuran yang sangat dahsyat, dan digambarkan bagaimana heroiknya para mujahidin itu, mereka berempur tanpa mengenal lelah, sepanjang hari menghadapi keganasan dan kebiadan kaum Yahudi yang memiliki senjata yang lebih baik dari para mujahidin. Karena adanya hamasah dan semangat jihad dari para mujahidin itu, mereka mendapatkan kemenangan.

Kemenangna itu seperti digambarkan oleh seorang komandan mujahidin, yaitu Ustad Kamal Syarif, yang menguraikan kisah syahid Abdul Wahab, yang dengan gagah berani melawan pasukan Yahudi, tanpa ada rasa takut sedikitpun, sampai peluru merobek dadanya. Hal itu seperti diceritakan dalam bukunya, yang berjudul : ‘Al-Ikhwanul Muslimin fi Harbi Filisthin’, Sungguh sangat luar biasa heroiknya perjuangan mereka di medan perang.

Abdul Wahab syahid dan seperti yang dicita-citakanya sejak berangkat dari kampung halamannya, dan ia merindukan akan datangnya hari yang dinanti-nanti, yaitu hari kesyahidannya, dan Abdul Wahab telah menemui dengan bahagia.

Ibunya yang sudah janda itu, tak dapat menahan air matanya, yang penuh bahagia, ketika mendengar anaknya telah syahid sesudah berperang melawan pasukan Yahudi. Kematiannya tidak sia-sia, dan perjuangan yang pernah dilakukan dalam memerangi pasukan Yahudi , masih terus berlanjut dan berkorbar sampai hari ini. Seperti sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam, “Tidak akan datang hari kiamat, sampai kaum muslimin memerangi Yahudi”.

Kisah yang sangat heroik itu, bukan hanya dilakukan oleh Abdul Wahab, juga oleh Hasan Thawil, seorang remaja yang masih belia dan ikut berjihad ke Palestina. Hasan sehari-hari hanyalah seorang petani di kampungnya, Basiyun. Hasan menjual kambingnya dan harta bendanya yang lain, dan ia belikan senjata, kemudian pergi sendiri berjihad melawan Yahudi di Palestina.

Di seuatu senja Hasan Thawil pergi ke rumah Haji Ahmad Bass, seorang ketua cabang Ikhwanul Muslimin di Basiyun, dan Hasan meminta izin untuk pergi berjihad ke Palestina. Kemudian Haji Ahmad menyampaikan, “Hasan, sebenarnya engkau cukup berjihad dengan dirimu saja. Sementara, biarkan orang lain yang berjihad dengan harta benda mereka. Kambing betinamu biar dititinggalkan untuk keluargamu,” ujar Ustad Haji Ahmad. "Wahai Haji Ahmad. Apakah engkau tidak tahu bahwa Allah telah berfirman, 'Berjihadlah kalian dengan harta dan diri kalian fi sabilillah'.", ucap Hasan Thawil yang mengutip surah at-Taubah. (QS. At-Taubah : 41).

Haji Ahmad mengiyakan apa yang dikatakan oleh Hasan Thawil. Lelaki belia pergi berjihad sesudah menjual seluruh hartanya, dan ia tinggalkan keluarganya, pergi berjihad ke Palestina memerangi Yahudi. Bukan berkasih sayang dengan musuh-musuh Allah Azza Wa Jalla. Abdul Wahab telah menjual dirinya kepada Khaliqnya demi mendapatkan jannah. Wallahu’alam.

Source : http://www.eramuslim.com/


Shared via AddThis


RITUAL PARA PEMUJA SETAN

Salah satu buku pertama dengan tema Penyiksaan Satanis berjudul Michelle Remebers yang dipublikasikan pada tahun 1980 oleh Michelle Smith dan Psikiatrinya yang kemudian menjadi suaminya, Laurence Pazder. Publikasi itu diperkuat oleh tulisan dari Majalah People dan National Enquirer dan banyak Radio dan TV show. Michelle memiliki memori melihat ritual pengorbanan manusia, berbagai bentuk penyiksaan dan melakukan kontak dengan tenaga supranaturalnya.

Sementara itu Lauren Stranford menulis sejumlah penyiksaan setanis terhadapnya di masa kecil pada tahun 1988. Buku itu merupakan autobiografi berjudul Satan’s Underground. Ini adalah buku pertama yang menggambarkan bagaimana penculikan seorang perempuan muda untuk dipersembahkan sebagai “ peternak ” bayi. Bayi-bayinya dirampas dari mereka dan dikorbankan kecuali sang perempuan mau melakukan aborsi saat itu.

Selain itu beberapa bentuk ritual para pemuja setan yang telah berhasil diungkap dalam beberapa literatur diantaranya sebagaiberikut :

Seks Bebas.
Para pemuja syetan menghilangkan rasa bersalah dari setiap aktivitas seks bebas. Tidak ada yang dianggap tabu. Seks bagi mereka layaknya makan. Oleh karena itu mereka mengganggap bahwa seks dalam ajaran pemujaan syetan adalah setting terbaik untuk sex.

Segala macam pelanggaran asusila, agama ada pada ritual seks bebas mereka. Dari tukar pasangan, bebas memilih pasangan, sodomi, penyiksaan seksual, Necrophilia ( melakukan hubungan seksual dengan mayat, di mana untuk mendapatkannya mereka terkadang harus menggali kuburan yang masih baru ), seks di depan umum. Kesemuanya dilakukan secara bersama-sama di satu tempat.

Dalam makalahnya yang berjudul Sex and The Devil : Satan Really Wants You, Rick Hall menceritakan tentang seorang anggota Church of Satan, Steven Jhonson Leyba yang memperlihatkan ritual seksualnya di depan public pada acara ulang tahun Jack Davis, seorang politisi. Ritualnya dinamakan United Satanic Apache Front, seorang rekan Leyba mengukir pentagram berdarah di punggungnya, lalu menyodominya dengan menggunakan botol wiski, seluruhnya dimasukkan termasuk bagiannya yang besar. Dan lihatlah kemudian komentarnya, “ Praktek seksual pribadiku sangat menyakitkan, aku menjadi budak, keluarnya darah, urine, sodomi, kotoran, peralatan pemujaan, senjata seperti pistol, pisau, dan terutama filthy fanties terutama lace putih atau lavender dan bentuk-bentuk daisy. Aku memiliki partner dan memerlukan parter sejenis untuk mendapatkan efek ritual. Ritual berdarah memiliki arti yang sangat kuat dalam seniku, aku menggunakan darah untuk lukisanku. ”

Narkoba.

Narkoba hampir tidak terpisahkan dari kehidupan para pemuja syetan. Minimalnya, mereka menggunakan minuman keras untuk pesta-pesta mereka. Tidak sedikit yang terkapar di antara botol minuman keras dan alat suntik heroin. Peredaran narkoba menjadi sangat sulit untuk diberantas. Karena mereka mempunyai jaringan yang rapi, rahasia, kuat dan besar. Korban telah berjatuhan.

Bunuh diri masal.

Beberapa penganut sekte pemuja syetan melakukan games, terutama aliran Dungeon & Dragon, dan mengakui bahwa permainan ini adalah instruksi rahasia untuk bunuh diri dan melakukan penyiksaan. Penulis fiksi sains, Michael Ctakpole menulis laporan yang sangat luas mengenai penyelidikan pemujaan yang banyak ini. Penyelidik telah mengumumkan secara nasional pertentangannya dengan Dungeon & Dragon setelah anaknya melakukan bunuh diri. Sudah sangat banyak jumlah para pengikut syetan yang melakukan bunuh diri masal. Mereka meyakini bahwa bunuh diri adalah bentuk pengabdian paling tinggi untuk syetan.

Pembunuhan dan Pengorbanan Manusia.
Beberapa aliran Kristen konservatif di Amerika mengakui bahwa hingga 60.000 orang disiksa dan dibunuh oleh sebuah jaringan organisasi pemuja syetan. Berdasarkan satistic pengadilan criminal yang dikumpulkan oleh National Institute of Justice, kira-kira 20.000 orang setiap tahun menjadi korban pembunuhan.

Pada tanggal 18 Januari 2002 terjadi pembunuhan untuk ritual di Jerman. Manuela Ruda (23) dan suaminya Daniel Ruda (26), dituduh melakukan pembunuhan. Terdakwa yang diduga melakukan pembunuhan itu mengaitkan dengan pemandangan gaib, kebudayaan goth, setanisme, dan vampire. Untuk kepercayaan terhadap vampire, keluarga Ruda kelihatannya harus melakukan praktek meminum darah, tidur dalam peti mati dan mendatangi kuburan. Keluarga itu berbicara mengenai mata yang bersinar, pisau yang bersinar yang digunakan sebagai senjata dan korban yang bersinar.

Pergorbanan Anak.

Anak-anak yang tidak berdosa turut dikorbankan pada ritual-ritual mereka. Mulai dari meminum darahnya, membunuhnya, memasak bayi dalam microwave, penyiksaan seksual. Anak-anak itu didapat dari para anggota yang mengorbankan anaknya sendiri. Baik bayi ataupun janin yang masih 5-6 bulan yang digugurkan secara paksa, kemudian sang ibu disuruh untuk memakan dagingnya. Atau dengan melakukan penculikan.

Menurut laporan tahun 1990 diperkirakan jumlah anak yang mengalami penculikan antara 200-300 orang. Dan jumlah penculikan pembunuhan oleh orang asing 43-147 orang setahun. Rata-rata anak yang diculik adalah remaja. Salah satu kasus ritual yang terkenal melibatkan jumlah anak-anak yang sangat besar di Sekolah Preschool Mc Martin di Pantai Manhattan, California.

Dibawah desain teknik interogasi untuk orang dewasa, anak-anak kecil menceritakan kepada polisi bahwa mereka mengalami penganiayaan seksual, mengarah kepada pembunuhan dan meminum darah. Mereka juga mengingat disiram di toilet dan disiksa di selokan, dibawa kedalam gua bawah tanah di bawah sekolah, melayang di udara dan melihat jerapah dan singa.

Tiga publikasi besar pada kasus di Inggris adalah di daerah Rochdale, Orkneys dan Nottingham. Pada kasus Nottingham, pelayanan penyelidikan sosial dilakukan terhadap keluarga dengan penganiayaan seksual anak-anak multigenerasi dan pengabaian mengarah pada pemujaan setan, dengan penyelidikan semakin luas.

Mutilasi Hewan.

Hewan pun tidak luput dari kekejaman para pemuja syetan. Mereka memotong-motong hewan dalam ritual mereka, kemudian menggunakan darahnya untuk untuk membasahi tubuh para jemaat. Terkadang mereka menggunakan darah hewan sebagai ganti darah manusia.

Demikianlah beberapa ritual yang dilakukan oleh para pemuja setan atau Satanisme yang kesemua itu tak lain bertujuan untuk menyenangkan para setan yang menjadi sembahan mereka, karena menurut pamahaman yang diyakini oleh para pemuja setan ini adalah bahwa setan adalah makhluk yang sangat jahat, sehingga harus dilakukan upaya-upaya untuk membuatnya menjadi senang dan tidak mengganggu manusia lagi dengan kejahatannya. Sedangkan Tuhan adalah Maha Penyayang dan Maha Pengampun yang tiada berbatas. Pengabaian terhadap perintah Tuhan pada akhirnya juga akan berujung kepada pengampunan, sedangkan pengabaian terhadap setan akan berakibat bencana bagi umat manusia dan seluruh dunia.



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails