__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Wednesday, September 22, 2010

CNN Tolak Tayangkan Kebrutalan Tentara AS di Irak

Michael Ware, wartawan yang bekerja sebagai koresponden untuk jaringan media AS, CNN harus melewati masa-masa berat untuk memulihkan dirinya dari stress pascatrauma setelah menyaksikan sendiri kebrutalan yang dilakukan tentara-tentara AS terhadap seorang bocah Irak.

Pada Radio Australia, Ware menceritakan peristiwa yang terjadi pada tahun 2007 itu dan berhasil ia rekam di kameranya. Saat itu, Ware sedang meliput ke sebuah desa di pedalaman Irak yang dicurigai tentara AS sebagai basis para militan Al-Qaida. Ketika Ware memasuki sebuah rumah, ia melihat seorang bocah lelaki mendekati rumah itu. Bocah itu, menurut cerita Ware, membawa senjata untuk perlindungan.

"Bocah itu mendekati rumah dan tentara-tentara AS yang mengawasi bocah itu dari belakang, salah satu dari mereka menarik pelatuk dan menembak kepala belakangnya," tutur Ware.

Meski kena tembak di bagian kepala, Ware mengatakan bahwa bocah itu masih hidup. "Kami semua mendengar napasnya tersengal dan menyaksikan bocah itu kesakitan selama 20 menit, dan akhirnya ia meninggal," sambung Ware. Nampaknya, selama 20 menit itu, tentara-tentara AS tidak berusaha memberikan pertolongan pada bocah Irak yang malang itu.

Pada Radio Australia, Ware mengungkapkan bahwa ketika ia mengirimkan berita dan rekaman kebrutalan tentara-tentara AS itu ke CNN tempatnya bekerja, pihak CNN menolak mengudarakan rekaman itu dengan alasan terlalu sadis untuk ditayangkan dan disaksikan pemirsa.

Ware sendiri yang bekerja untuk CNN sejak tahun 2006, mundur dari CNN pada April 2010. Ia mengaku kecewa CNN tidak menayangkan fakta yang membuktikan kebrutalan tentara AS di Irak sementara ia sendiri merasa tertekan setelah menyaksikan peristiwa itu dan butuh waktu lama untuk menyembuhkannya. (ln/prtv)


Source : eramuslim

Gunmen kill 3 officers at police station in Indonesia

Jakarta, Indonesia -- Unknown gunmen fatally shot three policemen Wednesday at a police station in Indonesia's North Sumatra province, authorities said.

Men on motorcycles entered the police compound about 1 a.m. and shot the officers, who were on duty at the district police station in Deli Serdang, said District Police Chief Inspector General Oegroseno. Oegroseno, who goes by one name, spoke on local television.

The killings raised speculation about a link to recent police raids and the arrests of suspected terrorists in North Sumatra.

No such link had been established, police spokesman Marwoto Soeto said.

On Sunday, Indonesian authorities killed three suspects and arrested 15 others in raids. Ties were later established between the 18 and terrorist groups, police said Monday.

The raids netted TNT and high-powered weapons, police said.

The three suspects who were killed Sunday, and three of those arrested, were involved in a bank heist in August, National Police Chief Bambang Hendarsono Danuri said at a news conference Monday in Medan, North Sumatra. The men belonged to a terror cell in charge of raising money to buy weapons, the chief added.

The suspects were part of a militant training camp in Aceh, which authorities raided earlier this year, and fled to nearby Medan to raise more money, Danuri said. Police are still hunting for other members of the group.

Terror cells in Indonesia have used armed robberies to raise money for their operations in the past.


Source : CNN

Scientists trumpet elephant-shrew discovery


Scientists hope that DNA samples will prove the mammal photographed is in fact a new species of elephant shrew.

Scientists hope that DNA samples will prove the mammal photographed is in fact a new species of elephant shrew.

Nairobi, Kenya -- A group of international and Kenyan scientists believe they may have discovered a new mammal species in a Kenyan forest near the Somali border.

The scientists were using camera traps to photograph elusive elephant shrews in the Boni-Dodori forest. They were thrilled to photograph what they believe is an entirely new species of giant sengi, or elephant shrew.

"This is an important discovery," said biologist Dr. Rajan Amin of the Zoological Society of London. "The whole team was very excited to capture pictures of this mammal."

There are 17 known species of elephant shrew, all native to Africa. They got their name because of their bizarre flexible nose which resembles an elephant's trunk, and because of their superficial resemblance to true shrews.

The Zoological Society of London and Kenya Wildlife Service captured the images. Researchers hope DNA samples will definitely prove whether it is a distinct species. The discovery could help in understanding this coastal forest region, which has been difficult to study at times because of its proximity to Somalia.

"Prior to our study, the biodiversity of the Boni-Dodori forest was poorly understood as a result of limited access due to security and problems of poor infrastructure," said Sam Adanje of the KWS.

Scientists believe that if the shrew is found to be a distinct species, the discovery could bring more attention to East Africa's dwindling coastal forests.

"With their ancient and often misunderstood ancestry, their monogamous mating strategies, and their flexible snouts, they are captivating animals," said Galen Rathbun of the California Academy of Sciences. "It is always exciting to describe a new species -- a necessary precursor for ensuring that the animals are protected."

Elephant shrews are more closely related to elephants than to shrews, according to the KWS, which uses the alternate name, sengis.

"Sengis belong to an ancient group of animals that evolved in Africa over 100 million years ago, and share a common ancestor with elephants, sea cows, hyraxes, aardvark, tenrecs and golden-moles (the super-cohort Afrotheria)," according to the KWS.


Source : CNN

Tanggapan Majelis Mujahidin Sumut tentang Aksi 'Teror' Densus 88

Pimpinan Majelis Mujahidin Sumatera Utara, melalui pres rilisnya, menyatakan protes keras terhadap institusi Polri terkait dengan penangkapan dan penembakan yang dilakukan Densus 88 di Sumatera Utara.

Menurut Rilis yang ditandatangi Zulkarnain dan Ritongga sebagai ketua dan sekretaris Majelis Mujahidin Wilayah Sumatera Utara ini, MMI Sumut mempertanyakan alasan penangkapan terhadap Kasman Hadiyono, salah seorang anggota Majelis Mujahidin wilayah Sumut. Karena hingga saat ini, pihak keluarga belum menerima surat penahanan dari polisi.

Selain itu, pihak MMI dan keluarga belum mendapatkan kejelasan tentang keberadaan dan kondisi Kasman. Mereka khawatir soal keamanan Kasman.

Seperti diberitakan media massa, pada tanggal 19 September lalu, Polri melalui Densus 88 menangkap 18 orang yang diduga melakukan perampokan di Bank CIMB Medan. Tiga di antaranya tewas tertembak, sementara 15 orang masih buron. Di antara yang ditangkap tersebut adalah Kasman Hadiyono.

Majelis Mujahidin Sumut pun mempertanyakan pihak Polri yang mengkaitkan ormasnya dengan pelaku perampokan dan terorisme. Majelis Mujahidin Sumut meminta Polri segera memberikan penjelasan soal kondisi dan lokasi penahanan Kasman yang hingga kini belum jelas keberadaannya. mnh/mm


Source : eramuslim

Kepala Bank Vatikan Terlibat Pencucian Uang?

Kepala Bank Vatikan sedang diselidiki atas dugaan dengan pencucian uang, dan polisi membekukan € 23.000.000 (30.210.000 $) dana perusahaan, ujar seorang penegak hukum Italia, Selasa, kemarin.

Gotti Ettore Tedeschi, yang memimpin bank selama setahun, di duga terlibat dalam kasus pencucian uang. Sementara itu, juru bicara Vatikan akan segera mengeluarkan pernyataan tentang kasus dugaan pelanggaran terhadap peraturan pencucian uang Uni Eropa. Menurut sebuah sumber, Gotti Tedeschi dan eksekutif dari Institut Karya Agama (IOR), sebagai bank yang secara resmi dikenal, telah diletakkan di bawah investigasi oleh hakim Roma Nello Stefano Rossi dan Fava.

Menurut sumber di kepolisian, mengatakan, penyelidik kepolisian di Italia telah melakukan tindakan preventif dengan membekukan asset bank Vatikan sebesar 23.000.000 € dari dana yang IOR, yang disimpan dalam rekening sebuah bank di Italia di Roma. Dua transfer terakhir dari account IOR di bank Italia dianggap mencurigakan oleh polisi keuangan dan diblokir.

Salah satunya adalah transfer sebesar 20 juta euro untuk cabang Jerman dari sebuah bank AS dan yang lain sebesar 3 juta euro untuk sebuah bank Italia. Gotti Tedeschi, seorang Katolik yang taat yang mengajar etika keuangan di Universitas Katolik Milan, adalah penasihat dekat dengan Menteri Keuangan Giulio Tremonti.

Saat ini Gotti juga menjadi kepala perwakilan di Italia dari Spanyol Banco Santander. IOR ini mengelola dana Vatikan dan lembaga keagamaan Katholik di seluruh dunia, seperti organisasi amal dan keagamaan ordo imam dan biarawati, dan terlibat dalam skandal di seluruh dunia pada tahun 1982, ketika terlibat dalam kebangkrutan penipuan dari Banco Ambrosiano, maka bank swasta terbesar di Italia.

IOR menanamkan saham di Ambrosiano, di mana saat itu Presiden Roberto Calvi ditemukan tergantung di bawah 'London Bridge Blackfriar' tahun yang sama. Beberapa penyelidikan gagal untuk menentukan apakah Calvi, yang dikenal sebagai Banker Allah telah dibunuh atau bunuh diri, saat IOR dipimpin oleh Uskup Agung Paul Marcinkus Amerika, yang meninggal di Arizona pada tahun 2006.

Vatikan membantah bertanggung jawab atas runtuhnya Banco Ambrosiano tetapi membuat apa yang disebutnya sebagai "goodwill pembayaran" sebesar $ 250 juta kepada kreditur Ambrosiano. (m/rtr)


Source : eramuslim

Pemimpin Dunia Bertemu Di KTT PBB, Dimana Netanyahu?

Presiden Israel, Shimon Peres berada di New York Selasa untuk pertemuan diplomatik; Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak baru-baru ini menghadiri serangkaian sesi di Washington, termasuk pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton; Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon mewakili Israel dalam Panitia Ad Hoc Sebagai Penghubung Koordinat bantuan keuangan untuk institusi dan bangunan ekonomi Palestina di Tepi Barat, dan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas menerima politisi terkemuka dunia di kamar hotelnya yang mewah di New York—jadi dimana gerangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu?

Pertanyaan ini kontan menjadi pembicaraan, dan kemudian membesar dalam percakapan pribadi antara diplomat dan komentator politik di sepanjang lorong markas PBB di NY di mana setiap gerakan yang dibuat oleh para pemimpin dunia sedang dianalisis dengan saksama.

Sebagai mantn duta besar PBB dan menteri luar negeri, Netanyahu tentu menyadari pentingnya New York, di mana kepala negara dan perwakilan media bertemu pada pertemuan puncak Majelis Umum PBB.

Peres, yang bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon pada hari Senin dan kemudian dengan Abbas tampaknya menjadi perdana menteri yang bekerja di New York.

Demikian pula, Barak, yang dalam pertemuan dengan Clinton "membahas negosiasi dan untuk mengatasi hambatannya," menurut juru bicaranya, tampaknya menjadi menteri luar negeri yang sesungguhnya, dan Abbas pun menuai hadiah diplomatik.

Tidak seperti mereka, satu-satunya orang yang tidak muncul sama sekali di NY adalah Netanyahu. Jadi kemana Netanyahu? (sa/haaretz)


Source : eramuslim

Kuburan Massal Baru Korban Pembantaian Serbia Kembali Ditemukan

Ahli forensik telah menemukan kembali kuburan massal yang diyakini berisi sekitar 20 tulang belulang umat Muslim yang diduga kuat dibantai oleh Serbia selama Perang Bosnia 1992-1995.

Kuburan itu ditemukan di wilayah Donja Tramosnja-Jankov, sekitar 150 kilometer barat laut ibukota, Sarajevo, kantor berita FENA melaporkan.

Kebangsaan para korban belum diungkapkan oleh para ahli forensik.

Tulang belulang yang diduga kuat korban pembantaian itu segera dipindahkan ke kota Sanski Most, di mana pemeriksaan forensik lebih lanjut diharapkan akan segera dimulai.

Perang Bosnia adalah konflik bersenjata internasional yang berlangsung antara bulan Maret 1992 hingga Nopember 1995. Perang ini melibatkan beberapa pihak termasuk Serbia, Kroasia dan Bosnia.

Perang berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Dayton pada tanggal 14 Desember 1995, yang mengakibatkan pembentukan Republika Srpska sebagai entitas di dalam Bosnia dan Herzegovina.

Konflik yang berlangsung selama empat-tahun tersebut diklaim telah menelan jiwa sebesar 100.000 jiwa lebih - sebagian besar adalah umat Muslim - dan menyebabkan pengungsian sebesar 2,2 juta orang. (fq/prtv)


Source : eramuslim

Related Posts with Thumbnails