__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Friday, July 30, 2010

Israel Tolak Bayar Biaya Medis Aktivis yang Matanya Hancur Ditembak Israel

Pemerintah Israel menolak untuk membayar biaya medis untuk seorang aktivis pro-Palestina Emily Henochowicz, yang kehilangan matanya karena tembakan senjata gas air mata Israel.

Emily Henochowicz harus kehilangan matanya dalam sebuah demo menentang dinding apartheid dan pendudukan Israel, ketika militer Israel menembakkan peluru gas air mata dengan kecepatan tinggi ke arahnya.

Henochowicz adalah warga negara Amerika-Israel dan sedang belajar di Akademi Seni Bezaleel di Yerusalem pada waktu itu.

Aksi protes yang menyebabkan hancurnya matanya terjadi di dekat pos pemeriksaan Qalandia selatan Ramallah. Selain menyebabkan dia kehilangan matanya, peluru gas air air mata Israel juga menyebabkan rahangnya hancur.

Militer Israel telah menyatakan bahwa peluru itu tidak ditujukan padanya dan penyebab dari peluru yang menghancurkan matanya tersebut, berasal dari peluru yang memantul dari dinding menembak matanya.

Setelah menerima perawatan medis rumah sakit, ayahnya diberi tagihan sebesar NIS 14.000 NIS.

Mereka menolak untuk membayar tagihan tersebut dan menuntut negara Israel yang harus membayarnya.(fq/imemc)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Laksamana Cheng Ho: Cina Muslim yang Seharusnya Bergelar 'The Real Sinbad'

Dengan tinggi tujuh kaki, maritim raksasa Cina yang dibawah kepimimpinan Laksamana Zheng He (Cheng Ho) telah memimpin armada terkuat di dunia, dengan 300 kapal dan sebanyak 30.000 tentara di bawah komandonya.

Bulan depan, para arkeolog akan mulai bekerja di lepas pantai Kenya untuk mengidentifikasi sisa-sisa kapal yang terdampar yang diyakini milik seseorang yang beberapa sejarawan percaya seseorang tersebut telah mengilhami petualangan Sinbad si pelaut.

Arkeolog Cina, yang tiba di negara Afrika minggu ini, berharap bahwa kapal karam itu bisa memberikan bukti adanya kontak pertama antara Cina dan timur Afrika.

Kapal yang tenggelam dan karam diyakini menjadi bagian dari armada Zheng He, yang mencapai kota pesisir Malindi di tahun 1418.

Cina sendiri tampaknya yakin mereka akan menemukan kapal karam di dekat kepulauan Lamu, di mana potongan-potongan keramik dari era dinasti Ming banyak ditemukan.

Pemerintah Cina berinvestasi sebesar £ 2 juta (atau 3 juta dolar) dalam proyek bersama selama tiga tahun, di mana Kenya sendiri mengatakan mereka berharap akan mendapatkan temuan penting tentang hubungan awal antara Cina dan Afrika.

Menurut mitos di Kenya, beberapa pelaut Cina dari armada Zheng He yang terdampar dan selamat, diizinkan untuk tinggal dan menikahi wanita setempat.

Tes DNA dilaporkan menunjukkan bukti adanya keturunan Cina dari beberapa warga Kenya dan salah seorang warga Kenya yang keturunan Cina itu adalah wanita muda bernama Mwamaka Shirafu, ia diberikan beasiswa untuk belajar pengobatan Cina di Cina, di mana dia sekarang tinggal.

Menetapkan perlayaran lebih dari 600 tahun yang lalu, armada laksamana Zheng He membuat tujuh perjalanan epik, perlayarannya mencapai Asia Tenggara, Timur Tengah, dan sejauh pantai timur Afrika.

Ada yang mengatakan ia bahkan sampai ke Amerika - beberapa dekade sebelum penjelajah Eropa meyakini Christopher Columbus yang pertayamakali menjangkau benua Amerika- walaupun hal ini masih banyak diperdebatkan oleh para sejarawan.

Zheng He, dikenal sebagai Kasim laksamana Tiga-perhiasan, dirinya membawa hadiah dari Kaisar Cina dengan menaiki "kapal harta", yang membawa barang berharga termasuk emas, porselin dan sutra.

Barang-barang berharga ini ditukar di sepanjang rute perdagangan dengan pedagang Arab, barang-barang berharga itu ditukar dengan gading, mur dan jerapah bahkan armada kapal Zheng He juga mempromosikan pengakuan dinasti baru Ming.

Tapi bertahun-tahun setelah kematiannya, kemunculan atas legenda laksaman Zheng He memudar dari kesadaran publik, dan selama berabad-abad legendanya telah dilupakan karena Cina kembali pada dunia dan memasuki suatu periode panjang isolasi.

Zheng He - yang juga dikenal sebagai Cheng Ho - saat ini dipuji sebagai pahlawan nasional baru Cina; pemberian gelar pahlawan baru Cina ini dilakukan oleh Partai Komunis Cina.

"Munculnya Cina telah menyebabkan banyak rasa takut," kata Geoff Wade dari Institut Studi Asia Tenggara di Singapura.

"Zheng He digambarkan sebagai simbol keterbukaan Cina untuk dunia, sebagai utusan perdamaian dan persahabatan - dua kata ini terus bermunculan di hampir setiap referensi untuk Zheng He yang keluar dari Cina," kata Prof Wade.

Pelayaran Zheng He, katanya, membawa porselin, sutra dan teh daripada pelayaran yang menyebabkan terjadinya pertumpahan darah, menjarah atau kolonialisme baru - mengacu kepada tindakan kekerasan koersif yang digunakan oleh para penjajah Barat.

"Untuk hari ini, Zheng He masih dikenang sebagai duta persahabatan dan perdamaian," kata Wade.

Zheng He adalah seorang laksamana pada masa "kekaisaran" Cina era lampau, ketika belum ada pembatasan, tidak ada batas perbatasan, kata pakar tentang Cina Edward Friedman.

"Ekspedisi Zheng He adalah sesuatu kejadian yang nyata - dan itu merupakan prestasi yang luar biasa dari Zheng He dan sebuah keajaiban waktu," kata Prof Friedman dari University of Wisconsin-Madison.

Prof Geoff Wade, seorang sejarawan yang telah menerjemahkan dokumen dari era dinasti Ming yang berhubungan dengan perjalanan Zheng He, membantah penggambaran Zheng He seorang petualang yang sekedar bertualang.

Dia mengatakan, catatan sejarah menunjukkan armada harta karun Zheng He juga membawa persenjataan canggih dan berpartisipasi dalam setidaknya tiga aksi militer besar; di Jawa, Sumatra dan Sri Lanka.

International Zheng He Society di Singapura menyebut pernyataan Prof. Geoff Wade sebagai "pemikiran ala barat", dan mengatakan Zheng He terlibat dalam pertempuran dalam upaya untuk membersihkan banyaknya bajak laut.(fq/cnn)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Gereja di AS Kampanyekan "Hari Membakar Al-Quran" pada 11 September

Gereja di Florida menyerukan agar warga Amerika Serikat untuk membakar Al-Quran pada tanggal 11 September selama peringatan ulang tahun kesembilan dari serangan 11 September.

Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida sangat tidak asing dengan berbagai kontroversi, setelah sebelumnya melontarkan pesan kebencian melalui kaos yang bertuliskan “Islam Is Of The Devil” serta “No Homo Mayor” (Tidak Untuk Walikota Homo) merujuk kepada walikota Gainesville yang sekarang Craig Lowe, yang merupakan seorang gay.

Sekarang gereja Gainesville kembali bikin ulah dengan melecehkan umat Islam, lewat kampanye mereka yang mencanangkan "International Burn a Koran Day" (Hari internasional membakar Al-Quran) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 11 September mendatang.

Menanggapi hal itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) menyerukan umat Islam Amerika untuk menanggapi rencana gila gereja Florida yang mengkampanyekan hari internasional membakar Al-Quran, dengan menyelenggarakan pendidikan "Berbagi Al-Quran" pada acara berbuka puasa bersama di bulan Ramadhan, di mana Al-Quran akan dibagikan kepada tetangga, masyarakat dan aparat penegak hukum dan wartawan.

Perwakilan dari gereja Dove World Outreach Center mengatakan bahwa mereka akan membakar Al-quran di luar gereja pada tanggal 11 September dan mendorong orang lain untuk mengikuti langkah gila mereka.

Untuk mengkampanyekan ide menghina mereka terhadap Islam tersebut, gereja di Gainesville meluncurkan sebuah halaman di jejaring sosial terkenal Facebook untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang agar mau berpartisipasi dalam 'perayaan' pembakaran Al-Quran pada 11 September mendatang.

Menurut mereka halaman facebook mereka tersebut juga bertujuan untuk memberikan 'kesadaran' terhadap masyarakat atas bahaya Islam dan Al-Quran yang menurut mereka bisa membawa orang masuk neraka.

Selain lewat situs jejaring sosial facebook, kampanye hari internasional membakar Al-Quran juga dipromosikan lewat situs berbagi video Youtube dengan pendeta Wayne Sapp sebagai 'pengkhotbah'.(fq/alan)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Yahudi Memfatwakan Pakaian Wanita Yahudi Harus 'Tertutup'

Kelompok ultra-Ortodoks Yahudi di Yerusalem mengeluarkan 'fatwa' keagamaan yang menyerukan kepada perempuan yahudi untuk menutup tubuh dan rambut mereka agar dibersihkan dari dosa-dosa.

Poster yang mempromosikan model baju baru 'sopan' ala Yahudi itu terlihat di beberapa wilayah Yerusalem yang dominan dihuni oleh masyarakat Haredim, Yahudi ultra-konservatif yang dikenal karena pandangan-pandangan ekstremis mereka, harian Israel Maariv melaporkan hari Rabu lalu.

Isi poster menyerukan agar wanita yahudi harus memakai pakaian yang tidak ketat dan tidak transparan. Pakaian juga harus berwarna hitam dalam rangka melestarikan kesederhanaan perempuan dan memungkinkan mereka untuk dibersihkan dari dosa. Rambut harus ditutupi juga.

Melanggar perintah itu - poster-poster memperingatkan - wanita yang melanggar hal tersebut pasti akan memiliki konsekuensi serius karena ini berarti melanggar ajaran-ajaran Taurat.

Kelompok Yahudi ortodoks yang mengeluarkan 'fatwa' menyerukan toko-toko pakaian untuk berhenti menjual rok pendek, baju renang, dan pakaian berwarna-warni. Namun pemilik toko mengabaikan peringatan tersebut meskipun fakta menunjukkan bahwa mereka sebelumnya pernah diserang oleh kelompok ultra-Ortodoks Yahudi dan jendela-jendela toko mereka hancur.

Model pakaian yang dipromosikan oleh kelompok ini adalah bukan hal baru bagi komunitas Haredim, namun perempuan Yahudi sedikit yang benar-benar mematuhi instruksi tersebut.

Poster lainnya memperingatkan wanita yang menggunakan ponsel di tempat umum dan bersumpah untuk menghukum wanita yang melanggar aturan itu.

Undang-undang baru ini menuai protes oleh beberapa kelompok agama Yahudi lain yang menggambarkan mereka sebagai kelompok ekstremis dan berpendapat bahwa memaksakan model pakaian secara ketat ini bukan bagian dari Yudaisme. (fq/aby)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Google dan Bisnis "Mata-Mata"nya dengan Intelijen AS

Perkembangan teknologi ponsel dan situs-situs video di dunia memungkinkan penggunanya untuk mengunggah ribuan klip rekaman video ke internet setiap harinya. Perkembangan ini ternyata mendapat perhatian khusus dari badan intelejen AS. Badan-badan intelejen Negeri Paman Sam itu kini sedang berupaya memantau apa yang mereka sebut sebagai "open source intelijen", informasi-informasi yang disampaikan secara terbuka oleh publik, atau disamarkan dalam acara-acara televisi, radio, rekaman video yang diunggah ke internet, artikel-artikel di koran atau tulisan-tulisan di blog pribadi.

Untuk memantau "sumber informasi intelijen" itu, AS membentuk lembaga lntelligence Advanced Research Projects Activity (IARPA) dan lembaga ini menggulirkan proyek ALADDIN ( Automated Low-Level Analysis and Description of Diverse Intelligence Video) untuk mengamati dan menganalisa klip-klip video yang diunggah ke dunia maya, yang dianggap bisa dijadikan informasi intelijen yang penting.

Komunitas intelijen di AS sebenarnya sudah melakukan kegiatan serupa sejak tahun 2008 , yang dilakukan oleh kantor Director of National Intelligence's Open Source Center. Pimpinan kantor itu pernah mengatakan bahwa YouTube--situs dimana penggunanya bisa mengunggah berbagai rekaman video--memberikan sejumlah informasi unik, terbuka dan jujur yang sangat bermanfaat bagi kepentingan kerja intelijen.

CIA juga menggandeng Google untuk mendukung perusahaan "Recorded Future" untuk memantau situs-situs internet dari detik ke detik dan menggunakan informasi-informasi yang mereka dapatkan untuk membuat prakiraan apa yang akan terjadi. Dari situs internet dan situs jejaring sosial, mereka juga memdokumentasikan orang-orang yang dianggap berguna dan bisa dimanfaatkan oleh para agen intelejen AS.

"Recorded Futures" bertugas mengumpulkan puluhan ribu data dan informasi yang diambil dari situs-situs internet, blog dan akun Twitter untuk mendapatkan informasi tentang hubungan antara pengguna dan pemilik situs atau akun jejaring sosial, dengan organisasi-organisasi, aksi -aksi dan peristiwa-peristiwa tertentu, baik yang sedang terjadi atau yang mungkin akan terjadi. Perusahaan itu mengklaim memiliki mesin pencari analitik yang bisa mengungkap "hubungan-hubungan" yang tidak kasat mata terkait dokumen-dokumen yang membicarakan tentang peristiwa dan entitas yang sama atau saling berhubungan.

Sebagai contoh, terjadi suatu peristiwa yang mengundang perbincangan di dunia maya tentang siapa yang terlibat dan di mana peristiwa itu terjadi. "Recorded Future" mampu menggali informasi siapa saja orang-orang di internet yang terlibat dalam perbincangan itu.

"Yang canggih dari proyek ini, dalam banyak kasus, Anda bisa memprediksi kecenderungan yang akan terjadi," Christopher Ahlberg, kata CEO perusahaan tersebut. Ahlberg adalah mantan tentara Swedia yang juga memiliki gelar Ph.D. di bidang ilmu komputer.

Menanggapi fenomena ini, para pakar mengatakan bahwa investasi CIA di perusahaan tersebut menjadi indikasi bahwa agen-agen intelijen kini berusaha memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang untuk membantu kerja intelijennya.

Bukan sekali ini Google menjalin kerjasama bisnis dengan badan-badan intelihen di AS. Tahun 2004, Google perusahaan Keyhole, perusahaan pemetaan yang didukung oleh perusahaan In-Q-Tel. Lewat In-Q-Tel, lembaga-lembaga intelijen AS menanamkan investasinya ke sejumlah perusahaan yang membantu badan-bdan intelijen itu agar lebih baik dalam mengumpulkan informasi. Keyhole, sekarang menjadi Google Earth yang dimanfaatkan oleh unit intelijen militer.

Google memang belum mengumumkan secara resmi kerjasamanya dengan CIA, tapi perusahaan mesin pencari itu menuai kritik dari banyak kalangan karena kedekatannya dengan pemerintah AS. Semua orang tahu bahwa Google menyimpan informasi yang melimpah tentang semua aspek kehidupan manusia di dunia maya. Sejauh ini, para pengguna Google percaya saja pada mesin pencari itu, apalagi dengan janji bahwa Google menyalahgunakan informasi para penggunanya.

Tapi fakta bahwa Google menjalin kerjasama bisnis dengan komunitas intelijen AS membuat kepercayaan itu meluntur. Ryan Calo, dari Pusat Kajian Internet dan Masyarakat di Sekolah Hukum Stanford mengungkapkan keprihatinannya tentang kedekatan Google dengan badan-badan intelijen AS. "Informasi-informasi itu akan digunakan untuk menjaring para tersangka teroris. Apakah Google cukup mumpuni untuk memberikan informasi yang akurat soal siapa yang benar-benar teroris?" ujarnya. (ln/arabnews)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails