__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Monday, August 16, 2010

Singa Kawin dengan Macan, Hasilnya "Sincan"

Bukannya senang, pemilik tiga ekor Sincan ini resah karena didenda sekitar Rp14 Juta

Bagi orang-orang berbahasa Inggris, hewan buas blasteran berikut ini disebut "Liger," perpaduan dari Lion (singa) dan Tiger (macan). Kalau di Indonesia mungkin bisa disingkat "Sincan" (Singa macan).

Ini bisa dikatakan hewan "jadi-jadian," hasil kawin silang antara harimau dengan singa. Anak yang mereka hasilkan pun blasteran, seperti yang terjadi di suatu penangkaran di Taiwan.

Pemilik penangkaran mengungkapkan kelahiran tiga ekor Sican, Minggu 15 Agustus 2010. Ini merupakan hasil dari perkawinan seekor singa jantan dengan macan (harimau) betina.

"Singa dan harimau itu sudah ditempatkan di kandang yang sama sejak mereka masih kecil sekitar lebih dari enam tahun yang lalu," kata si pemilik, Huang Kuo-nan, seperti dikutip laman media Australia,
news.com.

Huang mengaku tidak siap dengan kelahiran tiga ekor Sincan itu. Akibatnya, seekor anak Sincan pun langsung mati tak lama setelah lahir.

Namun, pihak berwenang di Provinsi Tainan sudah siap mengganjar hukuman denda bagi Huang, yaitu sebesar 50.000 dolar Taiwan (sekitar Rp14 juta). Pasalnya, Huang melanggar hukum dengan tidak memberi tahu mereka sebelumnya perihal keberadaan singa dan macan itu.

Menurut laman harian Taiwan,
Apple, hanya ada sekitar 10 ekor Sincan di penjuru dunia. Sincan jantan bisa tumbuh lebih besar dari singa-singa pada umumnya. (hs)

Source : vivanews


Shared via AddThis

Belajarlah Dari Kehancuran Kaum Terdahulu

oleh Mashadi


Al-Qur’an surah Al-A’raf selain memberitahukan kepada Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam agar tidak sesak nafas, ketika melangsungkan dakwah, dan menghadapi kaumnya, yang ingkar dan menolak ajakannya agar beriman, dan menerima sepenuhnya Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah minhaj Rabbani yang diberikan kepada Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam untuk seluruh umat manusia, dan mengikuti agama (din) Allah, yang akan menyelamatkan kehidupan mereka di dunia di akhirat. Minhaj Rabbani ini bersifat mutlak (final), dan akan berlaku sepanjang zaman (sepanjang kehidupan manusia). Meskipun, banyak diantara umat manusia yang menolak dan menentangnya. (QS. Al-A’raf : 2, 3).

Tetapi seperti digambarkan dalam Al-Qur’an yang menceritakan tidak semua umat menerima Al-Qur’an yang merupakan petunjuk (hudan), dan jalan lurus (shirat) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Manusia ada yang hati tertutup (kufur), tidak menerima risalah Allah Azza wa Jalla, dan menolaknya dengan terang-terangan. Mereka yang menolak risalah Allah itu, mereka yang yang mengikuti hawa nafsunya sebagai jalan hidupnya. Ketika menolak din (agama) Allah, mereka binasa. Di negeri-negeri yang umatnya terang-terangan menolak din Allah dihancurkan. Bahkan bukan hanya dihancurkan mereka itu, tetapi mendapatkan siska yang amat dahsyat dari Allah Rabbul Alamin, akibat perbuatan mereka yang zalim. (QS. Al-A’raf : 4, 5)

Tentu, yang pertama dilaknat oleh Allah Ta’ala, tak lain, adalah Iblis, yang membangkang, karena sifatnya yang sombong. Kesombongan Iblis itu, tak lain karena merasa dirirnya lebih mulia dibanding dengan Adam As, karena Iblis diciptakan dari api, sedangkan Adam As dari tanah. Jadi kekafiran lahir, dapat pula dari adanya asal usul. Inilah yang banyak terjadi sekarang ini, di mana manusia juga mengikuti jejak Iblis, yang mengagungkan asal-usul (keturunan), bukan yang menjadi ukuran keimanan dan ketakwaannya. Maka, Iblis diusir dari surga oleh Allah, karena sikapnya yang sombong dan ingkar itu. (QS. Al-A’raf : 12,13)

Makhluk yang diciptakan oleh Allah, yang terkena perintah harus meninggalkan surga, adalah Adam As, yang terkena bujukan dan kemudian memakan buah yang dilarang oleh Allah, yaitu buah kuldi. Adam As, lalai atas larangan itu, dan terbujuk dengan bisikan Iblis, dan kemudian melanggar perintah Allh. Adam As, merupakan makhluk pertama yang diciptakan yang melanggar perintah Allah, karena terkena fitnah Iblis, dan kemudian diusir dari surga. (QS. Al-A’raf : 20, 22).

Selanjutnya, kisah Nabi Nuh As, mengaja umat untuk beriman, tetapi ajakannya ditentang dengan keras, bahkan beliau dituduh sesat oleh para pemimpin kaumnyaitu. Dakwah yang dilangsungkan Nabi Nuh As, yang berlangsung selama hampir 90 tahun, gagal, dan terus mendapatkan penolakan dari kaumnya, sampailah datang datang azab dari berupa datangnya air bah (tsunami), yang menghancurkan seluruh kaumnya. (QS. Al-A’raf : 59, 60, 64).

Kaum Nabi Hud As, yang dikenal dengan kaum ‘Ad, yang juga menolak untuk beriman kepada Allah. Mereka menola ajakan Nabi Hud As, yang diutus menyampaikan risalah dari Allah Ta’ala, yang kemudian ditolak oleh para pemimpin kaumnya itu. Nabi Hud As jug dituduh kurang waras (gila), dan terus menola ajakan Nabi Hud, meskipun beliau mengatakan tentang risalah Allah Ta’ala itu, tetapi kaum tetap menolaknya, dan kemudian dihancurkan seluruhnya sampai ke akar-akarnya dengan kejadian yang dahsyat, datangnya angin topan. Mula-mula kekeringan yang panjang yang mematikan seluruh tanaman mereka, kemudian datang awan hitam yang menggumpal diatas awan, yang dikiran akan datangnya huja, ternyata topan. (QS. Al-A’raf : 65, 66, 71).

Kisah berikutnya, kaumnya Nabi Saleh As, yaitu kaum Samud, yang menyembah agama Allah, dan dilarang menyakiti unta betina, tetapi perintah dan larangan itu, semuanya dilanggar oleh kaumnya Nabi Saleh As, yang dihancurkan dengan gempa bumi dahsyat, sehingga kaum Samud luluh lantak.

Kisah Nabi Luth As, yang kaumnya melakukan perbuatan terkutuk dengan melakukan sodomi (liwat). Ketika Nabi Luth As, melarang perbuatan keji itu, mereka tidak menggubrisnya, dan mengusirnya Nabi Luth dan para pengikutnya yang beriman, dan kaumnya Nabi Luth dihancurkan oleh Allah Ta’ala dengan hujan batu karena perbuatan dosa mereka. (QS. Al-A’raf : 80, 81, 84).

Masih dalam kisah, tentang Nabi Syu’aib As, yang menyuruh kaumnya ta’at kepada Allah, dan tidak berlaku curang dengan cara mengurangi timbangan, tetapi kaumnya itu tetap sombong, dan tidak mau mengikuti syariah yang diperintahkan Allah kepada mereka. Tetapi, lagi-lagi kaumnya Nabi Syu’aib bersama denga para pemukanya, mengusir Nabi Syu’aib, kecuali Nabi Syu’aib mau kembali ke agama mereka yang sesat itu, dan Allah menurunkan adab terhadap mereka berupa gempa yang amat dahsyat, yang memusnahkan kaumnya Nabi Syu’aib. (QS. Al-A’raf : 85, 88, 90, 91).

Terakhir, kaumnya Nabi Musa As, yang telah diselamatkan dari kehancuran, akibat selalu ingkar dan berbuat zalim. Kaumnya Nabi Musa As ini diselamatkan dari kekejaman Fir’aun, dan mereka selamat dari bahaya kehancuran, tetapi mereka tetap tidak mau beriman, dan selalu berbuat kekafiran, seperti membuat patung sapi, yang kemudian mereka sembah. Inilah kisah antara Nabi Musa As, kaumnya, dan Fir’aun, yang dimenangkan oleh Nabi Musa As, dan kaumnya. Tetapi lagi-lagi mereka ingkar dan kafir, dan menolak untuk beriman kepada Allah. Mereka tetap menyembah berhala. (QS. Al-A’raf : 150, 155, 162, 167).

Dan, seburuk-buruknya kaum adalah kaum Yahudi, yang terus-menerus berbuat dzalim, dan menolak kebenaran, dan ingkar dengan seingkar-ingkarnya kepada risalah Allah. Wallahu’alam.


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Membludaknya Jamaah di Masjid, Muslim Kanada Shalat Tarawih di Gereja


Gereja-gereja di kota Calgary, Kanada membolehkan penggunaan ruangan gereja bagi kaum Muslimin untuk melaksanakan shalat Tarawih selama bulan Ramadhan. Hal itu disebabkan karena sulitnya untuk mengakomodasi para jamaah melakukan shalat di dalam Islamic Center karena meningkatnya jumlah jamaah yang ingin melaksanakan tarawih di kota tersebut.

Imam Islamic Center di salah satu kota di Kanada mengatakan: "Gereja-gereja di lembah Simon telah sepakat untuk membuka pintu mereka gereja mereka untuk dilaksanakan Shalat Tarawih dalam rangka mengakomodasi jumlah umat Islam yang tidak mampu shalat tarawih di dalam islamic center karena membludaknya jamaah," sembari menjelaskan bahwa jumlah Muslim di kota ini diperkirakan sebesar 85.000 jiwa, sementara masjid Islamic Center tidak melebihi kapasitas serap dari ribuan jamaah umat Islam.

Imam masjid Islamic Center juga menyatakan bahwa Islamic Center selama bulan Ramadhan menyediakan buka puasa gratis bagi jamaah yang ingin berbuka puasa di masjid, dan makanan buka puasa terbuka tidak hanya untuk umat Islam juga untuk umat dari agama lain.(fq/imo)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Pernyataan HTI soal Penangkapan Abu Bakar Ba'asyir

Berkenaan dengan penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir pada 9 Agustus lalu di daerah Banjar Jawa Barat oleh Densus 88 Mabes Polri dengan tuduhan terlibat dalam perencanaan, pendanaan dan pelaksanaan kegiatan terorisme, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1. Mengecam penangkapan itu sebagai tindakan dzalim, apalagi dengan cara-cara penangkapan yang terlihat sangat kasar seolah-olah benar Ustadz Abubakar Ba’asyir adalah seorang penjahat besar. Beliau adalah seorang ustadz yang tempat tinggalnya jelas. Jelas juga kegiatan sehari-harinya. Maka tidak semestinya beliau diperlakukan sebagai orang yang seolah telah melakukan kejahatan besar dan hendak melarikan diri.

2. Sangat meragukan tudingan Densus 88 Mabes Polri bahwa Ustadz Abubakar Ba’asyir terlibat dalam perkara yang dituduhkan, yakni merencanakan, mendanai dan melaksanakan kegiatan terorisme di Aceh, mengingat pelatihan yang disebut itu sesungguhnya adalah pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka persiapan Jihad di Jalur Gaza sebagai respon atas serangan brutal Israel terhadap wilayah itu pada akhir tahun 2008 lalu.

3. Menengarai bahwa penangkapan itu tidak lebih untuk menyenangkan pihak asing (AS dan sekutunya) mengingat Ustadz Abubakar Ba’asyir selama ini memang telah diposisikan sebagai Amir Jamaah Islamiyyah. Tidak puas rasanya bila sang Tokoh ini tidak juga segera ditangkap. Maka dibuatlah rekayasa, termasuk rekayasa keterlibatan Ustadz Abu dal;am pelatihan di Aceh, untuk menjadi bukti seolah benar bahwa memang beliau terlibat dalam kegiatan terorisme. Ini juga dilakukan agar seolah War On terrorism adalah benar, padahal itu hanya kedok saja untuk memerangi Islam, sementara pelaku terorisme sebenarnya, yakni AS dan sekutunya, sebagaimana terlihat di Irak, Afghanistan, Palestina dan di tempat lain, tidak tersentuh sama sekali. Ini menunjukkan pemerintah Indonesia tidak merdeka secara politik.

4. Penangkapan itu juga sebagai usaha untuk mengalihkan pandangan masyarakat dari kasus-kasus besar yang melibatkan para petinggi polri seperti Markus, Rekening gendut dan sebagainya. Polisi alih-alih segera menuntaskan kasus-kasus itu malah membuat langkah dzalim dengan menangkap Ustadz Abu.

5. Percayalah bahwa setiap kedzaliman pasti akan berakhir. Kedzaliman juga tidak akan bisa menghentikan perjuangan Islam bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah. Allahu Akbar!


Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia



Muhammad Ismail Yusanto



Source : eramuslim



Shared via AddThis

Koran AS : Serial TV Alihkan Perhatian Umat Islam Terhadap Ramadhan


Surat kabar AS Los Angeles Times, melaporkan adanya persaingan antara saluran televisi Mesir untuk menarik sejumlah besar pemirsa televisi, dengan berlomba-lomba menampilkan berbagai serial TV, baik itu sinetron Ramadhan, serial sejarah, sosial maupun keagamaan bahkan komedi - yang diharapkan dari kesemuanya itu akan menambah pendapatan dari iklan yang masuk - dan banyak ulama yang menyatakan banyaknya program serial televisi itu bisa mengalihkan banyak umat Islam terhadap kinerja beribadah di bulan suci Ramadhan.

Surat kabar itu menambahkan bahwa sejak awal Ramadhan pada hari Rabu lalu, saluran TV satelit telah menampilkan hampir 48 serial televisi.

Statistik dari "Uni Research Centre" menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan musim iklan di televisi Mesir, pada tahun lalu saja untuk biaya iklan tercatat sebesar 146 juta dolar AS selama bulan suci Ramadhan, namun tahun ini telah mengalami peningkatan menjadi 62%, lebih dari bulan-bulan lainnya sepanjang tahun.

Surat kabar itu mengatakan jutaan orang Mesir mengikuti dan menonton sinetron setelah sahur. Ketua perusahaan Grup iklan TBWA untuk wilayah Afrika dan Timur Tengah, serta daerah Mediterania mengatakan: "Mesir adalah salah satu pasar yang paling cepat berkembang untuk pertumbuhan iklan di dunia ".

Banyak ulama Mesir telah mengkritik dengan maraknya serial televisi seperti sinetron, acara komedi dan sejenisnya di saluran-saluran televisi Mesir, dengan menekankan bahwa selama bulan suci Ramadhan sebaiknya umat Islam lebih berkonsentrasi untuk beribadah daripada menghabiskan waktu di depan televisi.

Tidak berbeda dengan Mesir, Indonesia mungkin lebih parah. Jam-jam saatnya umat Islam seharunya banyak beristighfar menjelang sahur, televisi-televisi di Indonesia berlomba-lomba menampilkan para pelawak dan banci untuk menemani umat Islam beribadah. naudzubillah min dzalik.


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails