__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Tuesday, June 1, 2010

Indonesia, Bahasa Terpopuler ke-5 di Facebook

Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang paling banyak digunakan kelima di situs jejaring sosial Facebook. Berdasarkan laporan terkini mengenai studi bahasa dalam situs sosial Facebook, bahasa Indonesia ada di bawah bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, dan Turki.

Survei yang dilakukan perusahaan penelitian Inside Network mengatakan, lebih dari 20 juta penutur bahasa Indonesia menggunakan Facebook.

Bahasa paling populer di Facebook adalah Bahasa Inggris dengan 52 persen. Di tempat kedua dengan jarak cukup jauh diduduki Bahasa Spanyol dengan varian-variannya sebanyak 15 persen. Berikutnya berturut-turut adalah Bahasa Turki, Prancis, dan Indonesia dengan masing-masing sekitar 5 persen dari pengguna.

Kemudian, menyusul Bahasa Italia dengan 3,9 persen dan Jerman dengan sekitar 2,7 persen. Bahasa paling populer di Facebook berikutnya adalah Bahasa China dan Portugis. Jumlah pengguna Facebook sendiri secara keseluruhan mencapai 400 juta orang.

Bahasa Indonesia juga menjadi satu-satunya bahasa di Asia Tenggara yang mampu menembus lima besar bahasa terpopuler di Facebook. Padahal, kondisi infrastruktur telekomunikasi di Indonesia belum sebaik negara lain di Asia. Selain itu, akses komputer di tanah air juga masih sangat terbatas bagi 234 juta penduduk Indonesia.

Menurut Inside Facebook yang berbasis di California, Amerika Serikat, kondisi ini menciptakan peluang untuk mengeruk keuntungan dari negara yang bahasa nasionalnya banyak digunakan.

“Seiring dengan perkembangan Facebook di seluruh dunia, dan dengan bertambahnya para pengguna baru di negara-negara luar AS, bahasa yang digunakan pengguna Facebook merupakan faktor penting bagi pelaku dan pengembang pasar,” kata juru bicara Inside Network, seperti dikutip dari InsideFacebook, 1 Juni 2010.

Inside Network juga menekankan betapa pentingnya menyesuaikan situs Facebook dengan budaya dan nilai-nilai setempat. (umi)

Source : http://www.vivanews.com/

Shared via AddThis

Poker Telanjang Makin Mendunia

BERLIN - Jerman menjadi satu-satunya negara yang mengadakan kompetisi poker telanjang paling sukses di dunia. Demikian suksesnya, pihak penyelenggara bahkan berniat untuk membawa kompetisi ini ke tingkat internasional.

Kompetisi yang berlangsung di Hamburg ini, mengundang perhatian banyak orang. Bukan hanya permainan kartu ini dinilai menarik, tetapi juga berlangsung seru. Terlebih lagi saat pemain yang kalah dipaksa melucuti pakaian mereka satu-persatu. Demikian dilansir Orange.co.uk, Minggu (30/5/2010).

Tidak hanya diikuti oleh pemain amatir, kompetisi ini bahkan diikuti oleh pemain kartu profesional. Meskipun tidak seluruh peserta bersedia untuk melucuti pakaian mereka demi sebuah tahuran besar, kompetisi ini tetap mampu menyedot peminat.

Bahkan ratusan penonton yang melihat langsung kompetisi Texas Hold'em ini menyatakan, kompetisi unik jauh lebih menarik dibandingkan permainan poker pada umumnya.

Perhatian penonton pada saat babak kualifikasi di Berlin, Dresden dan Koeln bahkan membludak tanpa terkira. Mereka berbondong-bondong untuk menyaksikan kompetisi seru dan unik ini.

Dengan banyaknya perhatian dari penonton, panitia bahkan bersiap untuk mengadakan kompetisi serupa pada yang lebih bersifat internasional. Sepertinya mereka hendak membawa kompetisi poker telanjang ini makin mendunia.(faj)

Poker Telanjang (Foto by Europics)




Shared via AddThis


Menelisik Fenomena Pelacuran Remaja di Malaysia

Satu Kali “Service” Hanya Rp14 Ribu

MALAYSIA - Fenomena “pelacuran terselubung” di Negeri Jiran, Malaysia, ternyata lebih dahsyat dari yang dikira. Tiga orang gadis di negara itu malah mengaku rela hanya dibayar RM5 yang setara dengan Rp14 ribu, atau dengan shabu-shabu, untuk sekali hubungan intim. Menariknya, ketiga gadis tersebut terhitung masih remaja belasan tahun.

Salah seorang diantaranya, Alin (nama samaran) yang berusia 17 tahun mengaku sering menerima orderan untuk melakukan hubungan seks dengan pria. Keterlibatannya ini bermula sejak ia pertama kali berhubungan badan dengan kekasihnya ketika usianya baru 16 tahun.

“Mulanya saya hanya tidur dengan pacar saya. Lalu dia (pacarnya) menceritakan hal itu pada teman-temannya. Sehingga saya pun menjadi populer diantara teman-temannya,” ungkap gadis asal Johor tersebut seperti dikutip dari thestraitstimes.com.

Kepopulerannya itu justru menjerumuskannya masuk dalam dunia pelacuran terselubung hingga saat ini. Seseorang yang berperan sebagai ‘mucikari’ kemudian mengumpulkan teman-teman sekolahnya yang ingin mendapatkan ‘pelayanan’ dari Alin. Kepada setiap orang yang ‘menggunakannya’ hanya dikenai bayaran RM5 (Rp14 ribu).

"Satu orang akan bertindak sebagai 'germo' untuk mengumpulkan semua teman-teman sekolah yang ingin tidur dengan saya. Saya dibayar RM5 per orang. Paling banyak saya ‘melayani’ enam orang sekaligus. Dengan RM30, aku dapat membeli kartu prabayar dan menabung untuk membeli telepon baru,” tambah Alin.

Sejak saat itu, Alin menjadi ketagihan seks dan akan sering membolos untuk pergi ke rumah temannya untuk melakukan seks. Setidaknya, dalam dua tahun ia telah tidur dengan lebih dari 30 orang. "Selama periode itu, saya hamil sekali. Tapi dengan bantuan teman, saya melakukan aborsi," kata Alin.

Meskipun begitu, Alin mengaku sadar akan risikonya, dia tidak mau berpikir terlalu banyak tentang apa yang dilakukannya, karena dia mengaku hanya ingin bersenang-senang. Sekarang, dia telah bersumpah untuk membuka lembaran baru. "Ini masalah saya. Saya bertekad untuk duduk kembali dan menyelesaikan Sijil Pelajaran Malaysia (ujian nasional yang diambil kepada seluruh pelajar tahun kelima sekolah menengah atas di Malaysia). Saya juga ingin berubah demi ibu saya," kata Alin.

Apa yang dilakukan Alin ini juga dilakukan dua gadis remaja lainnya di Sabah. Kedua gadis di daerah itu juga terlibat dalam kegiatan seksual yang sama. Sebut saja namanya Nurul dan Lina, yang keduanya masih berusia 16 tahun. Ironisnya mereka menawarkan seks hanya untuk mendapatkan shabu-shabu yang mereka tidak mampu membeli. "Saya akan tidur dengan siapa pun selama saya diberikan shabu," ucap Nurul. (wahyu)

Dikutip dari thestraitstimes.com



Shared via AddThis
Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share