__________________________

Note : Agar lancar...gunakan selalu "Google Chrome" fast browser untuk berkunjung ! (Download Google Chrome)

Cinema3satu - "Download Film Gratis"

Movies in MKV - "Download Film Gratis"

Tuesday, August 3, 2010

Saudi Dan UAE Melarang Blackberry

Dua negara Teluk saat ini dilaporkan mengeluarkan larangan penggunaan dan kepemilikan telefon genggam Blackberry di negaranya masing-masing.

Keduanya adalah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Larangan ini terang saja langsung mengundang pro dan kontra.

Uni Emirat Arab saat ini memang banyak memblok e-mail, mengakses internet, dan mengirim SMS ke Blackberry yang lainnya. Sedangkan Arab Saudi baru hanya melarang penggunaan Blackberry untuk layanan SMS saja.

Uni Emirat Arab akan mulai memberlakukannya pada Oktober mendatang, sedangkan Arab Saudi sudah menerapkannya bulan ini.

Larangan ini diadakan konon karena semakin banyaknya anak-anak muda Arab yang keranjingan Facebook, dan internet lainnya. Namun banyak juga yang menduga bahwa hal ini dilakukan sehubungan dengan kepentingan bisnis operator telefon seluler yang menguasai negara-negara Arab. (sa/bbcnews)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Bentrok Israel-Lebanon: 4 Orang Tewas, Termasuk 1 Orang Pejabat Militer Israel

Sedikitnya tiga tentara Lebanon tewas oleh pasukan Israel dalam adu roket dan tembakan sepanjang perbatasan antara kedua negara.

Seorang wartawan juga tewas, dan lima tentara Lebanon lainnya terluka dalam serangan Israel hari Selasa beberapa jam lalu.

"Israel menembakkan empat roket ke dekat posisi militer Lebanon di desa Adaisseh dan tentara Lebanon balas menembak kembali," kata seorang pejabat keamanan Lebanon di daerah tersebut.

Stasiun televisi Al Manar mengatakan seorang tentara Israel berpangkat tinggi juga terbunuh dalam insiden perbatasan itu. Laporan ini tidak dapat diverifikasi secara independen, dan tentara Israel menolak memberikan komentar.

Sumber berita Lebanon melaporkan bahwa wartawan yang terbunuh bernama Assaf Abou Rahhal, dari surat kabar Libanon Al-Akhbar.

Saksi mengatakan bahwa Israel terus menyerang desa Adaisseh.

Bentrokan meletus setelah tentara Israel dilaporkan mencoba mencabut pohon-pohon di sisi perbatasan Lebanon.


Penyebab bentrokan

Bentrokan itu dimulai ketika sekelompok tentara Israel mendekati perbatasan untuk mencabut beberapa pohon di dekat desa Adaisseh dan Kuferkilla.

Sumber-sumber keamanan Israel mengatakan bahwa tentara Israel mendapat serangan dari tentara Lebanon ketika tengah bertugas di sepanjang perbatasan dan pasukan Israel menembak kembali.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan tentara mereka diserang ketika mereka tengah melakukan kegiatan rutin di wilayah Israel di daerah yang terletak di antara garis biru (perbatasan internasional yang diakui antara Israel dan Libanon) dan pagar keamanan."

Jacky Rowland, koresponden Al Jazeera di Yerusalem, mengatakan "gambaran keseluruhan yang tampaknya akan muncul dari laporan televisi Israel adalah bahwa seluruh insiden tampaknya lebih dari beberapa kesalahpahaman."

"Ada beberapa jenis serangan Israel yang telah melewati batas ke wilayah Lebanon," yang mempercepat ajang tembak senjata api, kata Rowland.

TV Israel melaporkan bahwa Hizbullah tidak terlibat dalam pertempuran itu. (sa/jzr)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Untuk 'Habisi' Ide Masjid Ground Zero, Kelompok di AS Habiskan 5 Juta Dolar

Pembangunan Islamic Center dan masjid di kota New York dekat lokasi Ground Zero telah menimbulkan keributan dari beberapa pihak di AS.

Sejauh ini, kelompok nasionalis yang berbasis di Washington, organisasi National Republican Trust PAC telah menghabiskan dana sekitar 5 juta dolar pada tahun 2009, dan hampir dua kali lipat pada tahun 2008, untuk menghentikan pembangunan masjid di lokasi Ground Zero atau fasilitas "Park 51", yang sebelumnya dikenal sebagai "Cordoba Initiative. "

Dalam iklan kontroversial, yang disiarkan secara nasional, organisasi ini mengklaim bahwa pembangunan mesjid di dekat lokasi serangan 11 September 2001 di World Trade Center adalah sebuah perayaan pembunuhan 3.000 warga Amerika.

Secara eksplisit iklan itu ingin menunjukkan sikap Islamofobia, iklan itu terus menyerukan kepada semua orang Amerika untuk bergabung dengan berjuang untuk 'membunuh' masjid Ground Zero.

Tokoh republik terkenal seperti mantan Ketua DPR Newt Gingrich dan calon wakil presiden Sarah Palin telah mendukung sikap diskriminatif organisasi Republic Trust PAC.

Menariknya, Liga Anti-Fitnah (ADL), yang konon bertugas melindungi prinsip-prinsip kesetaraan dan kebebasan beragama, juga memberikan suara mendukung pelarangan atas pembangunan fasilitas umat Islam, dengan mengatakan hal itu harus dibangun di tempat lain.

Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) telah mengecam posisi ADL

"Dengan pernyataan yang memalukan itu, ADL telah memanfaatkan dan memicu meningkatnya tingkat sentimen anti-Islam di masyarakat kita," ujar CAIR.

Pembangunan fasilitas yang diusulkan diharapkan menjadi agenda dalam pertemuan hari Selasa di komisi kota New York City'.

Menurut CNN, 11 anggota dewan komisaris akan memilih apakah akan memberi status 'boleh' atas pembangunan Islamic Center dan masjid di Ground Zero.

Oz Sultan, juru bicara Cordoba Initiative, mengatakan bahwa kelomponya akan terus maju dengan proyek ini yang berkomitmen untuk mempromosikan interaksi positif antara dunia Muslim dan Barat.(fq/prtv)

Source : eramuslim


Shared via AddThis

Beranikah Obama Melayani Tantangan Ahmadinejad?

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad untuk kesekian kalinya menantang presiden AS untuk melakukan debat terbuka di televisi agar masyarakat dunia tahu siapa yang punya solusi paling baik untuk menyelesaikan berbagai persoalan dunia. Kali ini, tantangan itu ditujukan pada Presiden AS Barack Obama.

Dulu, ketika George W. Bush masih menjadi presiden AS, Ahmadinejad juga menyampaikan tantangan serupa. Tapi Bush tidak punya cukup nyali untuk menjawab tantangan itu dan menganggap ajakan itu sebagai bentuk provokasi. Bagaimana dengan Obama, apakah ia juga punya keberanian untuk berdebat langsung dengan Ahmadinejad?

"Di akhir musim panas nanti (akhir September), kami mudah-mudahan akan hadir dalam pertemuan Dewan Umum PBB dan saya siap bicara satu lawan satu dengan Obama, di hadapan media massa," kata Ahmadinejad dalam sebuah konferensi di Tehran, Senin (2/8).

"Kami akan menawarkan solusi kami untuk berbagai persoalan dunia dan kita lihat solusi siapa yang lebih baik," sambung Ahmadinejad. Ia juga mengatakan bahwa pendahulu Obama, Presiden George W. Bush menolak tantangan yang sama karena Bush takut.

Presiden Iran menantang debat Obama di tengah ancaman sanksi baru dunia internasional terkait program nuklir Iran, yang dimotori oleh AS dan sekutu-sekutunya. AS tetap menuding Iran sedang mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklirnya meski hasil pemeriksaan Badan Energi Atom Internasional dan beberapa komunitas intelijen di AS menyatakan bahwa Iran masih jauh dari kemampuan untuk memproduski senjata nuklir.

Dalam pidatonya, selain menantang debat Obama, Ahmadinejad mengecam sanksi yang dikenakan pada negaranya dan ancaman serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran oleh AS dan Israel.

"Memangnya siapa yang akan menyerang kita? Rezim Israel? ... Kita tidak memandang Israel selevel dengan kita, apalagi memikirkan bahwa Israel mau menyerang kita," tukas Ahmadinejad.

"Mereka bilang mau mengenakan sanksi? Lakukan saja. Berapa resolusi yang telah Anda keluarkan sampai sekaran? Empat? Buatlah sampai 4.000 resolusi," tandasnya menyindir yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Ahmadinejad menyebut kebijakan-kebijakan luar negeri AS berdasarkan kolonialisme dan "hukum rimba". Ia menyatakan siap bicara dengan AS asalkan atas dasar saling menghormati dan keadilan. "Kami selalu siap diajak bicara, rakyat Iran tidak pernah dan tidak akan pernah memilih perang," kata Ahmadinejad. (ln/arabnews)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Dua Perusahaan AS "Terlibat" dalam Operasi Pembunuhan Komandan Hamas

Agen-agen Mossad yang melakukan pembunuhan terhadap petinggi Hamas di Dubai bulan Januari lalu, begitu lihai dalam menyembunyikan identitas mereka. Selain memalsukan paspor sejumlah negara, agen-agen intelijen Israel itu juga telah melibatkan dua perusahaan AS dalam operasi pembunuhan itu.

Tim penyelidik AS berhasil mengidentifikasi dua perusahaan AS yang bergerak dalam bisnis berbasis internet dalam kasus pembunuhan komandan Hamas, Mohammad Al-Mabhouh. Tim penyelidik menemukan data pengiriman uang dari perusahaan itu ke rekening yang digunakan para tersangka pelaku pembunuhan.

Menurut tim penyelidik AS, para tersangka pelaku pembunuhan menggunakan identitas sebagai pekerja paruh waktu, mereka menyembunyikan sumber kiriman uang menggunakan uang tersebut untuk membeli tiket pesawat dan traksaksi lain yang sengaja dirahasiakan. Namun tim penyelidik menyatakan, dua perusahaan AS tersebut kemungkinan tidak sadar bahwa uang mereka sudah digunakan untuk sebuah operasi kejahatan.

Dua perusahaan tersebut adalah Elance Inc dan Rent a Coder atau vWorker.com. Perwakilan dua perusahaan itu mengaku tidak tahu tim penyelidik AS sedang menyelidiki perusahaan mereka dan sampai saat ini belum menerima pemberitahuan tentang hasil penyelidikan. Sementara tim penyelidik AS menyatakan akan meminta keterangan dari para pegawai kedua perusahaan tersebut yang menangani transaksi-transaksi dengan para tersangka pembunuhan Al-Mabhouh.

Agen-agen intelijen AS memberikan perhatian pada kasusi ini setelah kepolisian Dubai menyatakan bahwa Mossad menjadi tersangka utama kasus pembunuhan Komandan Hamas tersebut. Mohammad Al-Mabhouh ditemukan tewas di kamar hotelnya di Dubai pada 19 Januari 2010. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Al-Mabhouh tewas karena dibunuh. Di Palestina, Al-Mabhouh merupakan salah satu pejuang Hamas yang menjadi incaran militer Israel. Israel menuding Al-Mabhouh yang telah merencanakan sejumlah serangan ke Israel dan menyelundupkan senjata-senjata ke Palestina.

Penyelidikan Kepolisian Dubai berhasil mengungkap bahwa pelakunya adalah agen-agen Mossad yang masuk ke Dubai dengan memalsukan paspor sejumlah negara antara lain Jerman, Inggris dan Australia dan beberapa negara lainnya. Kepolisian Dubai juga meminta pemerintah AS untuk membantu penyelidikan dengan menelusuri aliran dana para tersangka yang berasal dari AS.

Atas hasil temuan tim penyelidik, seperti biasanya Gedung Putih tidak mau berkomentar jika kejahatan itu melibatkan sekutu dekatnya, Zionis Israel. (ln/PalNewsNet)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Israel Akan Usir 400 Anak Non-Yahudi, Bukti Israel Rasis

Israel akan mengusir 400 anak yang dilahirkan oleh para pekerja asing non-Yahudi untuk membantu menjaga identitas Yahudi negara tersebut.

Kelompok advokasi Migrant menjawab pernyataan itu dengan kemarahan, mereka beralasan bahwa keputusan tersebut akan menghukum anak-anak yang tidak bersalah dengan mengirimkan mereka kembali ke negara miskin tempat asal orang tua mereka yang telah mencari kehidupan yang lebih baik di Israel.

Keputusan itu disampaikan pada hari Minggu lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kebijakan tersebut juga ditujukan untuk menghentikan arus imigran gelap di perbatasan selatan dengan Mesir.

''Di satu sisi, masalah ini adalah masalah kemanusiaan, kita semua merasakan dan memahami hati anak-anak itu,''ujar Netanyahu. ''Tapi di sisi lain, ada pertimbangan Zionisisme dan memastikan karakter Yahudi dari negara Israel.''

Berdasarkan aturan baru, anak yang lahir dari pekerja asing yang memasuki Israel secara hukum, dan yang telah tinggal di Israel selama lima tahun atau lebih, berbicara dengan bahasa Ibrani dan terdaftar di sebuah sekolah Israel, akan memenuhi persyaratan untuk tetap tinggal secara permanen.

Setelah mempertimbangkan masalah ini selama lebih dari satu tahun, kabinet Israel memutuskan 13 banding 10 dalam mendukung keputusan tersebut.

Beberapa menteri memilih mendukung peraturan itu dengan mengatakan tidak cukup hanya anak-anak yang diusir. Sedangkan menteri lainnya menentang untuk mengusir anak-anak.

Sekitar 400 anak-anak pekerja asing harus meninggalkan Israel pada akhir bulan ini, sementara 800 anak lainnya akan tetap bisa tinggal.

''Ini bukan kondisi negara orang-orang Yahudi yang saya tahu, dengan mengusir anak-anak,''ujar Menteri Perindustrian Benjamin Ben-Eliezer, seorang anggota Partai Buruh. ''Ini bukan waktu yang tepat untuk membiarkan orang-orang melihat Israel mengusir 400 anak.''

Rotem Ilan, ketua Israeli Children, sebuah kelompok advokasi untuk keluarga buruh migran, mengatakan:''Kita bicara tentang anak-anak di sini. Mereka adalah anak-anak dari orang yang datang ke Israel yang secara hukum untuk bekerja.

''Kita membawa orang-orang di sini untuk membajak sawah kita, membangun rumah-rumah kita dan menjaga kakek-nenek kita. Dan dengan orang-orang tersebut datang bersama keluarganya.''

Ilan berpendapat bahwa mendeportasi anak-anak non-Yahudi akan mengancam karakter Yahudi Israel.

''Kewajiban untuk bertindak dengan kebaikan dan kasih sayang kepada orang asing adalah perintah yang paling sering diulang di dalam Taurat,''katanya.(fq/theage)


Source : eramuslim



Shared via AddThis

Related Posts with Thumbnails